Untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Pinrang, Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Kodam VII Wirabuna bekerjasama dengan pemerintah daerah Kab. Pinrang, Rabu kemarin melakukan sosialisasi penerapan paket teknologi Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik (IPAT-BO).
Sebanyak 5 hektare sawah di wilayah Kabupaten Pinrang dijadikan lokasi percontohan penerapan sistem tanam tersebut. Tim Asitensi Ketahanan Pangan Kodam VII Wirabuana Toto Sugardo, saat dikonfirmasi mengatakan, penerapan sistem tanam IPAT-130, memiliki beberapa kelebihan diantaranya, mengurangi pengunaan pupuk, benih dan air. Untuk itu, ia mengharapkan pola tanam tersebut dapat diterapkan masyarakat petani. Toto mengatakan, jajaranTNI melakukan kerjasama dengan sejumlah pemerintah daerah di Sulsel termasuk pemerintah Kabupaten Pinrang untuk membentuk deplok-deplok percontohan penerapan sistem tanam IPAT- BO tersebut. Lebih jauh Toto mengatakan, program tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian jajaran TNI untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat petani yang selama ini masih menggunakan sistem tradisional dalam mengelolah persawahan sehingga hasil produksinya pun sangat terbatas. Dengan sistem tanam IPAT-BO, target produksi padi dalam satu hektare, bisa mencapai 8 hingga 12 ton, hal itu telah terbukti di beberapa daerah.
DIarsipkan di bawah: Berita | Ditandai: ABG, IPAT BO, Organik, PUPUK



















Ipat-bo Ini metode baru, pinrang buktikan hasilnya
rupanya memang terbukti TNI peduli dengan petani kita
bukti dari itu, KASAD TNI panen ada di sini http://kalianda-thl.blogspot.com/2009/04/panen-raya-petani-dan-tni.html