<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>ABG™ Pupuk Organik &#38; Nutrisi "Amazing Bio Growth"</title>
	<atom:link href="http://abgorganik.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abgorganik.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 24 Aug 2009 05:04:58 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='abgorganik.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/ef719168cd99fa8916c9bf10fb963825?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>ABG™ Pupuk Organik &#38; Nutrisi "Amazing Bio Growth"</title>
		<link>http://abgorganik.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Teknologi Peningkatan Produksi- ABG Jeruk Manis</title>
		<link>http://abgorganik.wordpress.com/2009/08/24/teknologi-peningkatan-produksi-abg-jeruk-manis/</link>
		<comments>http://abgorganik.wordpress.com/2009/08/24/teknologi-peningkatan-produksi-abg-jeruk-manis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 05:04:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abgteam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Produk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abgorganik.wordpress.com/?p=220</guid>
		<description><![CDATA[Persiapan dan pengolahan lahan
Lakukan pengolahan lahan dengan cara dicangkul atau ditraktor, seperti yang biasa dilakukan, hingga lahan siap tanam, yaitu pada ketinggian (700–1.300) meter di atas permukaan laut, dengan iklim relatif kering, dan berada di tempat terbuka. Siapkan lubang tanam berukuran 60cm x 60cm x 50 cm sekitar 2 minggu sebelum penanaman.

2.   Pencegahan penyakit dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abgorganik.wordpress.com&blog=2111842&post=220&subd=abgorganik&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-222" title="jerukmanis" src="http://abgorganik.files.wordpress.com/2009/08/jerukmanis1.jpg?w=47&#038;h=107" alt="jerukmanis" width="47" height="107" />Persiapan dan pengolahan lahan</strong></p>
<p>Lakukan pengolahan lahan dengan cara dicangkul atau ditraktor, seperti yang biasa dilakukan, hingga lahan siap tanam, yaitu pada ketinggian (700–1.300) meter di atas permukaan laut, dengan iklim relatif kering, dan berada di tempat terbuka. Siapkan lubang tanam berukuran 60cm x 60cm x 50 cm sekitar 2 minggu sebelum penanaman.</p>
<p><span id="more-220"></span></p>
<p><strong>2.   Pencegahan penyakit dan penanaman</strong></p>
<p>Jeruk manis menggunakan jarak tanam (4–5) m x (4-6) m. Untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan perakaran, berikan pupuk dasar kedalam lubang penanaman tersebut, yaitu (2-10) kg pupuk kandang + (100-300) gram ABG-Bios. Pupuk tersebut diberikan sekitar (1–7) hari sebelum tanam, dan berikan ABG-BIO dalam bentuk larutan, yaitu larutkan (1–2) bungkus ABG-BIO + 2,5 kg dedak + 5 kg ABG–Bios + 5 tutup ABG-D, dalam 100 liter air, aduk secara merata, dan setelah (2–4) jam, siramkan pada lahan sekitar (1–3) hari sebelum penanaman, untuk meningkatkan kesehatan tanaman.</p>
<p><strong>3.   Pemupukan.</strong></p>
<p><strong>      3.1. Pembibitan.</strong></p>
<p>Campurkan (1–2) bungkus inokulan ABG-BIO + (25–100) gram ABG-Bios/tanaman dengan (25–50) kg media pembibitan (campuran tanah dengan pupuk kandang dengan perbandingan 4:1) dalam polybag. Kemudian lakukan pemupukan dengan (2–3) tablet ABG-Tablet per tanaman + (50-100) gram ABG-Bios per tanaman setiap 3 bulan, hingga saat bibit dipindahkan ke lapangan, yaitu pada umur (8–12) bulan. ABG-D, dengan konsentrasi (2–3) cc/liter air,.diberikan setiap 2 minggu.</p>
<p><strong>      3.2. Tanaman Belum Menghasilkan (TBM).</strong></p>
<p>Pupuk yang digunakan pada tanaman belum menghasilkan adalah ABG-Bios, ABG-Tablet, ABG-D, ABG-B dan pupuk kandang. Sedangkan untuk meningkatkan kesehatan tanaman gunakan ABG-BIO. Dosis pemupukan ABG adalah sebagai berikut:</p>
<p><strong>a.   </strong>Berikan (8–10) tablet ABG-Tablet per tanaman + (100–500) gram ABG-Bios per tanaman. Aplikasi 2 kali dalam setahun. Pupuk ditempatkan dalam lubang hingga sedalam (5–10) cm dengan jarak (20–30) cm dari tanaman pada (3–4) titik/tempat. Dosis disesuaikan dengan umur tanaman, yaitu meningkat 4 tablet/tahun. Jika tersedia, dianjurkan untuk memberikan pupuk kandang sekitar (2–5) kg/tanaman, sekali dalam setahun.</p>
<p><strong>b.   </strong>Untuk memacu pertumbuhan vegetatif (daun, tunas), kombinasikan dengan penyemprotan ABG-D, dengan<strong> </strong>konsentrasi (2–4) cc/liter air, secara merata pada tanaman, dengan interval 20 hari sekali.</p>
<p><strong>c.   </strong>Untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan tanaman jeruk manis, berikan ABG-BIO setiap (1–2) bulan. Caranya: Larutkan (1–2) bungkus ABG-BIO + 1 kg dedak + (2-5) kg ABG-Bios + 5 tutup ABG-D, dalam 100 liter air, aduk secara merata, dan biarkan sekitar (2-4) jam, kemudian siramkan sebanyak (2–5) liter/tanaman, pada perakaran tanaman.</p>
<p>      3.3. Tanaman Menghasilkan (TM).</p>
<ol>
<li><strong>a.      </strong>Berikan (10–30) tablet ABG-Tablet per tanaman + (500–1.000) gram ABG-Bios per tanaman. Aplikasi 2 kali dalam setahun. Pupuk ditempatkan dalam lubang hingga sedalam (5–10) cm dengan jarak (50–200) cm dari tanaman pada (6–8) titik/tempat di sekeliling tanaman. (3–4) titik di bawah tajuk terluar, dan (3–4) titik antara tajuk terluar dengan batang. Dosis disesuaikan dengan umur tanaman, yaitu meningkat (5–6) tablet/tahun. Jika tersedia, dianjurkan untuk memberikan pupuk kandang sekitar (5–10) kg/tanaman, sekali dalam setahun.</li>
<li><strong>b.      </strong>Untuk memacu pertumbuhan vegetatif (daun, tunas) dan pembuahan, kombinasikan dengan penyemprotan ABG-D dan ABG-B. Setelah pemetikan buah (panen), gunakan ABG-D, dengan konsentrasi (2-4) cc/liter air, dengan cara disemprotkan pada tanaman secara merata, dengan interval (20–30) hari sekali. Untuk merangsang pembungaan, gunakan ABG-B, dengan konsentrasi (2–4) cc/liter air, dengan interval (20–30) hari. Aplikasi dapat juga dilakukan melalui tanah, yaitu dengan menyiramkan larutan tersebut pada perakaran tanaman. Caranya: Larutkan (20–50) cc ABG-D atau ABG-B, dalam  (1–5) liter air, kemudian siramkan pada perakaran. Buat (4–6) lubang hingga kedalaman 5 cm, kemudian siramkan larutan ke dalam lubang tersebut. Penggunaan paling optimal adalah kombinasinya, yaitu disemprotkan dan disiramkan.</li>
<li><strong>c.      </strong>Untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan tanaman jeruk manis, berikan ABG-BIO setiap (1–2) bulan. Caranya: Larutkan (1–2) bungkus ABG-BIO + 1 kg dedak + 5 kg ABG-Bios + 5 tutup ABG-D, dalam 100 liter air, aduk secara merata, dan biarkan sekitar (2-4) jam. Kemudian siramkan sebanyak (2–5) liter/tanaman, pada perakaran tanaman.<strong> </strong></li>
</ol>
<p><strong>4.   Pemeliharaan.</strong></p>
<p>Pemeliharaan terdiri dari penyulaman, penyiangan, pembumbunan, penjarangan buah, pemangkasan serta pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT)</p>
<ul>
<li>Pemangkasan dan penjarangan bertujuan untuk membentuk tajuk pohon, dan menghilangkan cabang yang sakit, kering dan tidak produktif.</li>
<li>Dari tunas-tunas awal yang tumbuh, biarkan (3-4) tunas pada jarak seragam, yang kelak akan membentuk tajuk pohon. Pada pertumbuhan selanjutnya, setiap cabang memiliki (3-4) ranting atau kelipatannya.</li>
<li>Bekas luka pemangkasan ditutup dengan fungisida, atau lilin, untuk mencegah penyakit. Sebaiknya celupkan dulu gunting pangkas ke dalam alkohol, agar steril.</li>
<li>Ranting yang sakit dibakar atau dikubur dalam tanah.</li>
</ul>
<p><strong>5.   Panen.</strong></p>
<ul>
<li>Buah jeruk dipanen saat masak optimal, yaitu saat berumur ± (28-36) minggu, tergantung jenis/ varietasnya.</li>
<li>Buah dipetik dengan menggunakan gunting pangkas.</li>
</ul>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abgorganik.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abgorganik.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abgorganik.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abgorganik.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abgorganik.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abgorganik.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abgorganik.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abgorganik.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abgorganik.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abgorganik.wordpress.com/220/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abgorganik.wordpress.com&blog=2111842&post=220&subd=abgorganik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abgorganik.wordpress.com/2009/08/24/teknologi-peningkatan-produksi-abg-jeruk-manis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6adcba1c2ea8604874c297ee35c30156?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abgteam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abgorganik.files.wordpress.com/2009/08/jerukmanis1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jerukmanis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TNI SOSIALISASIKAN SISTEM TANAM IPAT- BO</title>
		<link>http://abgorganik.wordpress.com/2009/08/11/tni-sosialisasikan-sistem-tanam-ipat-bo/</link>
		<comments>http://abgorganik.wordpress.com/2009/08/11/tni-sosialisasikan-sistem-tanam-ipat-bo/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 07:53:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abgteam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[ABG]]></category>
		<category><![CDATA[IPAT BO]]></category>
		<category><![CDATA[Organik]]></category>
		<category><![CDATA[PUPUK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abgorganik.wordpress.com/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[Untuk men­ingkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Pinrang, Tentara Nasional Indonesia (TNI) mela­lui Kodam VII Wirabuna bek­erjasama dengan pemerintah daerah Kab. Pinrang, Rabu kemarin melaku­kan sosialisasi penerapan paket teknologi Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Or­ganik (IPAT-BO).

Sebanyak 5 hektare sawah di wilayah Kabupaten Pinrang di­jadikan lokasi percontohan penerapan sistem tanam tersebut.  Tim Asitensi Ketahanan Pan­gan Kodam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abgorganik.wordpress.com&blog=2111842&post=218&subd=abgorganik&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-217" title="IMG_0015" src="http://abgorganik.files.wordpress.com/2009/08/img_0015.jpg?w=468&#038;h=351" alt="IMG_0015" width="468" height="351" />Untuk men­ingkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Pinrang, Tentara Nasional Indonesia (TNI) mela­lui Kodam VII Wirabuna bek­erjasama dengan pemerintah daerah Kab. Pinrang, Rabu kemarin melaku­kan sosialisasi penerapan paket teknologi Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Or­ganik (IPAT-BO).</p>
<p><span id="more-218"></span></p>
<p>Sebanyak 5 hektare sawah di wilayah Kabupaten Pinrang di­jadikan lokasi percontohan penerapan sistem tanam tersebut.  Tim Asitensi Ketahanan Pan­gan Kodam VII Wirabuana Toto Sugardo, saat dikonfirma­si mengata­kan, penerapan sistem tanam IPAT-130, memiliki beberapa kelebihan diantaranya, men­gurangi pengunaan pupuk, be­nih dan air. Untuk itu, ia mengharapkan pola tanam tersebut dapat dit­erapkan masyarakat petani.  Toto mengatakan, jajaranTNI melakukan kerjasama dengan sejumlah pemerintah daerah di Sulsel termasuk pemerintah Kabupaten Pinrang untuk mem­bentuk deplok-deplok perconto­han penerapan sistem tanam IPAT- BO tersebut.  Lebih jauh Toto mengatakan, program tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian ja­jaran TNI untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat pet­ani yang selama ini masih menggunakan sistem tradis­ional dalam mengelolah per­sawahan sehingga hasil produksinya pun sangat terba­tas. Dengan sistem tanam IPAT-­BO, target produksi padi dalam satu hektare, bisa mencapai 8 hingga 12 ton, hal itu telah ter­bukti di beberapa daerah.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abgorganik.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abgorganik.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abgorganik.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abgorganik.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abgorganik.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abgorganik.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abgorganik.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abgorganik.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abgorganik.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abgorganik.wordpress.com/218/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abgorganik.wordpress.com&blog=2111842&post=218&subd=abgorganik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abgorganik.wordpress.com/2009/08/11/tni-sosialisasikan-sistem-tanam-ipat-bo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6adcba1c2ea8604874c297ee35c30156?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abgteam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abgorganik.files.wordpress.com/2009/08/img_0015.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0015</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Timtek Deptan Kembangkan Teknologi IPAT-BO di Lutim</title>
		<link>http://abgorganik.wordpress.com/2009/07/31/timtek-deptan-kembangkan-teknologi-ipat-bo-di-lutim/</link>
		<comments>http://abgorganik.wordpress.com/2009/07/31/timtek-deptan-kembangkan-teknologi-ipat-bo-di-lutim/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 03:37:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abgteam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[IPAT BO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abgorganik.wordpress.com/2009/07/31/timtek-deptan-kembangkan-teknologi-ipat-bo-di-lutim/</guid>
		<description><![CDATA[ABG - Tim teknis (timtek) Departemen Pertanian kembangkan uji coba penggunaan teknologi IPAT-BO (Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik) di kabupaten Luwu Timur (lutim), Sulawesi Selatan.
Menurut Koordinator Timtek Departemen Pertanian Yedio James Putra Nenobais, di Makassar, Kamis, untuk tahap awal pihaknya melakukan ujicoba teknologi IPAT-BO itu di 5 kecamatan di kabupaten Lutim, Sulsel.

Program itu dilakukan bekerjasama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abgorganik.wordpress.com&blog=2111842&post=214&subd=abgorganik&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>ABG - Tim teknis (timtek) Departemen Pertanian kembangkan uji coba penggunaan teknologi IPAT-BO (Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik) di kabupaten Luwu Timur (lutim), Sulawesi Selatan.</p>
<p>Menurut Koordinator Timtek Departemen Pertanian Yedio James Putra Nenobais, di Makassar, Kamis, untuk tahap awal pihaknya melakukan ujicoba teknologi IPAT-BO itu di 5 kecamatan di kabupaten Lutim, Sulsel.</p>
<p><span id="more-214"></span></p>
<p>Program itu dilakukan bekerjasama dengan Kodam VII/Wirabuana dalam karya bhakti pelestarian dan pemanfaatan lingkungan hidup serta penebaran persemaian benih TP2 padi ABG metode IPAT-BO di Desa Pekaloa, Kecamatan Towuti, Lutim, Sulsel.</p>
<p>Sejumlah kegiatan yang ditinjau bersama dengan Kodam VII/Wirabuana yakni pemanfaatan lahan tidur dalam rangka penanggulangan perambahan hutan, persemaian cabai, persemaian padi IPAT-BO serta penyiapan Pompa Air Tanpa Motor (PATM) untuk pengairan lahan persawahan.</p>
<p>Penyiapan lahan yang disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur bekerjasama dengan Kodam VII/Wirabuana beserta PT Inco sebanyak 211 hektare.</p>
<p>Pemda Lutim beserta PT Inco sudah menyiapkan 80 ha lahan yang sudah siap untuk dikelola, 100 ha untuk pemanfaatan lahan tidur yang sedang dalam pembersihan, dua ha untuk persemaian cabai, dan empat hektare persemaian padi IPAT-BO.</p>
<p>Dari hasil ujicoba IPAT-BO yang dilaksanakan 18 kecamatan yang dilakukan di 168 lokasi di kabupaten Gowa, Sulsel sebelumnya telah memberikan hasil produksi varietas padi yang memuaskan.</p>
<p>&#8220;Setiap lokasi diujicobakan 2 hektar, tingkat produksi rata-rata mencapai 7 ton per hektar dengan umur tanam hanya 113 hari,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Keberhasilan Gowa dalam ujicoba IPAT-BO ini terungkap dalam panen perdana padi program IPAT-BO dan Biotech yang dilakukan di daerah tersebut.</p>
<p>Dia berharap, pemerintah kabupaten dan masyarakat Lutim juga akan merespon pemanfaatan penggunaan teknologi melalui IPAT-BO. Sehingga, produksi pertanian dapat dodorong untuk mendukung program surplus 2 juta ton beras di Sulsel.[antara-sulawesiselatan.com]</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abgorganik.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abgorganik.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abgorganik.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abgorganik.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abgorganik.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abgorganik.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abgorganik.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abgorganik.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abgorganik.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abgorganik.wordpress.com/214/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abgorganik.wordpress.com&blog=2111842&post=214&subd=abgorganik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abgorganik.wordpress.com/2009/07/31/timtek-deptan-kembangkan-teknologi-ipat-bo-di-lutim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6adcba1c2ea8604874c297ee35c30156?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abgteam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LIPUTAN PANEN RAYA PENANAMAN PADI TEKNOLOGI IPAT-BO</title>
		<link>http://abgorganik.wordpress.com/2009/07/27/liputan-panen-raya-penanaman-padi-teknologi-ipat-bo/</link>
		<comments>http://abgorganik.wordpress.com/2009/07/27/liputan-panen-raya-penanaman-padi-teknologi-ipat-bo/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 07:18:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abgteam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[ABG]]></category>
		<category><![CDATA[IPAT BO]]></category>
		<category><![CDATA[Organik]]></category>
		<category><![CDATA[PUPUK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abgorganik.wordpress.com/?p=211</guid>
		<description><![CDATA[LOKASI : KABUPATEN GOWA Provinsi Sulawesi Selatan
LUAS : 336 HA DI 18 Kecamatan dan 168 Desa
 
Pelaksanaan Teknologi IPAT-BO tahap ke 3 di kabupaten GOWA  telah selesai dilaksanakan melalui dukungan  Muspida setempat baik di tingkat provinsi maupun di tingkat kabupaten akhirnya memberikan hasil yang menggembirakan. Kerjasama Kodim 1409/Gowa dan Dinas Pertanian Kabupaten Gowa  serta seluruh PPL  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abgorganik.wordpress.com&blog=2111842&post=211&subd=abgorganik&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_212" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-212" title="Picture4" src="http://abgorganik.files.wordpress.com/2009/07/picture4.jpg?w=300&#038;h=224" alt="foto by yedid" width="300" height="224" /><p class="wp-caption-text">foto by yedid</p></div>
<p>LOKASI : KABUPATEN GOWA Provinsi Sulawesi Selatan</p>
<p>LUAS : 336 HA DI 18 Kecamatan dan 168 Desa</p>
<p> </p>
<p>Pelaksanaan Teknologi IPAT-BO tahap ke 3 di kabupaten GOWA  telah selesai dilaksanakan melalui dukungan  Muspida setempat baik di tingkat provinsi maupun di tingkat kabupaten akhirnya memberikan hasil yang menggembirakan. Kerjasama Kodim 1409/Gowa dan Dinas Pertanian Kabupaten Gowa  serta seluruh PPL  dibawah institusi KIPPK dan kelompok tani merupakan dasar dari keberhasilan kegiataan ini.</p>
<p><span id="more-211"></span></p>
<p>Program yang langsung mendapat pengawalan dari 5 orang staff  tim kantor pusat yang dikomandani oleh bapak. Dany Krisantoso bersama dengan tim bpk. Sugeng budiono, sdr.Yedid Nenobais,sdr.Deny, dan sdr.arson menunjukkan hasil yang bervariasi  mulai dari 6,08 ton /Ha sd  11,68 ton /Ha. Berdasarkan hasil evaluasi bahwa semua lahan yang ditanam pada program ini memberikan peningkatan hasil yang nyata walaupun berbeda –beda di setiap wilayahnya hal ini di sebabkan lebih kepada factor pengawalan yang kurang sehingga pada daerah yang terjadi ledakan hama akan memberikan hasil yang lebih rendah dari hasil lainnya.</p>
<p>Panen raya yang dilaksanakan di kelurahan Bontoramba kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa pada tanggal 2 April 2009 dihadiri oleh Bapak Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Kapolda Sulsel, Pangdam Wirabuana, Kadis Pertanian Sulsel, Bupati Gowa, Dandim Gowa, Kapolres Gowa, Kadis Pertanian Kab. Gowa serta PPL dan kelompok tani. Acara ini  selain menunjukkan bahwa teknologi IPAT-BO ABG memberikan hasil yang nyata dan bisa diterapkan secara masal juga memperihatkan bahwa IPAT-BO ABG telah diterima masyarakat. Selanjut pada musim tanam kemarau 2009 ini bapak bupati Gowa mencanangkan pelaksanaan teknologi IPAT – BO ABG pada skala yang lebih besar lagi dalam rangka mendukung Sulawesi Selatan surplus 2 juta ton beras.</p>
<p>Demikianlah hasil proyek peningkatan produksi pangan Indonesia dengan dukungan ABG yaitu pupuk dan nutrisi yang dibuat khusus dan sesuai untuk keberhasilan teknologi IPAT BO. Bangkit Pertanian Indonesia. ABG PASTI SUBUR…(YH)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abgorganik.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abgorganik.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abgorganik.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abgorganik.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abgorganik.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abgorganik.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abgorganik.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abgorganik.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abgorganik.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abgorganik.wordpress.com/211/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abgorganik.wordpress.com&blog=2111842&post=211&subd=abgorganik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abgorganik.wordpress.com/2009/07/27/liputan-panen-raya-penanaman-padi-teknologi-ipat-bo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6adcba1c2ea8604874c297ee35c30156?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abgteam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abgorganik.files.wordpress.com/2009/07/picture4.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Picture4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teknologi Peningkatan Produksi ABG APEL</title>
		<link>http://abgorganik.wordpress.com/2009/07/24/teknologi-peningkatan-produksi-abg-apel/</link>
		<comments>http://abgorganik.wordpress.com/2009/07/24/teknologi-peningkatan-produksi-abg-apel/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 09:00:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abgteam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[ABG]]></category>
		<category><![CDATA[apel]]></category>
		<category><![CDATA[Organik]]></category>
		<category><![CDATA[Produksi]]></category>
		<category><![CDATA[PUPUK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abgorganik.wordpress.com/?p=208</guid>
		<description><![CDATA[1.   Persiapan dan pengolahan lahan.
Lakukan pengolahan lahan dengan membersihkan dan menyisihkan dari sisa-sisa akar dan rumput-rumputan dengan cara dicangkul atau ditraktor, seperti yang biasa dilakukan, hingga lahan siap tanam. Buat lubang tanam antara (50 cm x 50 cm x 50 cm) sampai (1m x 1m x 1m), dengan jarak tanam (3 m x 3,5 m) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abgorganik.wordpress.com&blog=2111842&post=208&subd=abgorganik&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>1.   Persiapan dan pengolahan lahan.</strong></p>
<p>Lakukan pengolahan lahan dengan membersihkan dan menyisihkan dari <img class="alignright size-medium wp-image-209" title="Buah Apel" src="http://abgorganik.files.wordpress.com/2009/07/apel_1.jpg?w=300&#038;h=211" alt="Buah Apel" width="300" height="211" />sisa-sisa akar dan rumput-rumputan dengan cara dicangkul atau ditraktor, seperti yang biasa dilakukan, hingga lahan siap tanam. Buat lubang tanam antara (50 cm x 50 cm x 50 cm) sampai (1m x 1m x 1m), dengan jarak tanam (3 m x 3,5 m) atau (3,5 m x 3,5 m) tergantung varietas.</p>
<p><span id="more-208"></span></p>
<p><strong>2.   Persemaian dan penanaman.</strong></p>
<p>Penanaman apel adalah dengan cara vegetatif. Anakan diambil setelah mempunyai tinggi minimal 30 cm, dengan diameter sebesar pensil, dan kulit batangnya berwarna kecoklat-coklatan, daunnya dirompes, dan cabangnya dipotong. Buat bedengan dengan lebar 60 cm, panjang disesuaikan lahan, dan buat saluran air selebar 40 cm dengan jarak tanam (30 cm x 25 cm), dan berikan campuran (1–2) bungkus ABG-BIO dengan (25–50) kg pupuk kandang, yang telah diaktifkan. Caranya: Siram campuran dengan air hingga lembab, simpan dalam bentuk gundukan dan tutup dengan karung bekas, biarkan selama (2-3) hari, baru dipakai. Selanjutnya dilakukan pemupukan setiap 3 bulan, hingga tanaman dipindahkan ke lapangan, dengan pemberian (2–3) tablet ABG-Tablet per tanaman + (50-100) gram ABG-Bios per tanaman dan semprotkan ABG-D, dengan konsentrasi (2–3) cc/liter air, setiap 2 minggu.. Setelah 5 bulan tanam, dengan diameter batang 1 cm, dilakukan penanaman dan okulasi.</p>
<p><strong>3. </strong><strong>Pemupukan.</strong></p>
<p><strong> 3.1. Tanaman Belum Menghasilkan (TBM).</strong></p>
<p>Pupuk yang digunakan pada tanaman belum menghasilkan adalah ABG-Bios, ABG-Tablet, ABG-D, ABG-B dan pupuk kandang. Sedangkan untuk meningkatkan kesehatan tanaman dan merangsang pergerakan akar gunakan ABG-BIO. Dosis pemupukan ABG adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li><strong>a. </strong>Berikan (6–20) tablet ABG-Tablet per tanaman + (100–500) gram ABG-Bios per tanaman. Aplikasi 2 kali dalam setahun. Pupuk ditempatkan dalam lubang hingga sedalam (5–10) cm dengan jarak (20–30) cm dari tanaman pada (3–4) titik/tempat. Dosis disesuaikan dengan umur tanaman, yaitu meningkat 5 tablet/tahun Jika tersedia, dianjurkan untuk memberikan pupuk kandang sekitar (2–5) kg/tanaman, sekali dalam setahun.</li>
<li><strong>b. </strong>Untuk memacu pertumbuhan vegetatif (daun, tunas) kombinasikan dengan penyemprotan ABG-D, dengan<strong> </strong>konsentrasi (2–4) cc/liter air, secara merata pada tanaman, dengan interval 30 hari sekali</li>
<li><strong>c. </strong>Untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan tanaman apel, berikan ABG-BIO setiap (1–2) bulan. Caranya: Larutkan (1–2) bungkus ABG-BIO + 1 kg dedak + 5 kg ABG-Bios + 5 tutup ABG-D, dalam (50-100) liter air, aduk secara merata, dan biarkan selama (2-4) jam. Kemudian siramkan sebanyak (2–5) liter/tanaman pada perakaran tanaman.</li>
</ol>
<p>3.2. Tanaman Menghasilkan (TM).</p>
<ol>
<li><strong>a. </strong>Berikan (20–40) tablet ABG-Tablet per tanaman + (500–1.000) gram ABG-Bios per tanaman. Aplikasi 2 kali dalam setahun. Pupuk ditempatkan dalam lubang hingga sedalam (5–10) cm dengan jarak (50–200) cm dari tanaman pada (6–8) titik/tempat di sekeliling tanaman. (3–4) titik di bawah tajuk terluar, dan (3–4) titik antara tajuk terluar dengan batang. Dosis disesuaikan dengan umur tanaman, yaitu meningkat (5–10) tablet/tahun. Jika tersedia, dianjurkan untuk memberikan pupuk kandang sekitar (5–10) kg/tanaman, sekali dalam setahun.</li>
<li><strong>b. </strong>Untuk memacu pertumbuhan vegetatif (daun, tunas) dan pembuahan, kombinasikan dengan penyemprotan ABG-D dan ABG-B. Setelah pemetikan buah (panen), gunakan ABG-D, dengan<strong> </strong>konsentrasi (2–4) cc/liter air, dengan cara disemprotkan pada tanaman secara merata, dengan interval (20–30) hari sekali. Untuk merangsang pembungaan, semprotkan ABG-B, dengan konsentrasi (2–4) cc/liter air, dengan interval (20–30) hari sekali. Aplikasi dapat juga dilakukan melalui tanah, yaitu dengan menyiramkan larutan tersebut pada perakaran tanaman. Caranya: Larutkan (20–50) cc ABG-D atau ABG-B, dalam (1–5) liter air, kemudian siramkan pada perakaran. Buat (4–6) lubang hingga kedalaman 5 cm, kemudian siramkan larutan kedalam lubang tersebut. Penggunaan paling optimal adalah kombinasinya, yaitu disemprotkan dan disiramkan.</li>
<li><strong>c. </strong>Untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan tanaman apel, berikan ABG-BIO setiap (1–2) bulan. Caranya: Larutkan (1–2) bungkus ABG-BIO + 1 kg dedak + (2-5) kg ABG-Bios + 5 tutup ABG-D, dalam 100 liter air, aduk secara merata, dan biarkan sekitar (2-4) jam. Kemudian siramkan sebanyak (2–5) liter/tanaman pada perakaran tanaman.</li>
</ol>
<p><strong>4.   Pemeliharaan.</strong></p>
<p>Pemeliharaan meliputi penyiraman, perompesan daun, pemangkasan, pelengkungan cabang, penjarangan buah, pemblongsongan buah, pengendalian gulma atau penyiangan, dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).</p>
<ul>
<li>Penyiraman dilakukan dengan menggunakan emrat.</li>
<li>Perompesan daun untuk menstimulasi membukanya kuncup terminal dan lateral, kemudian diikuti pembungaan sekitar satu bulan berikutnya.</li>
<li>Pemangkasan ada dua yaitu pemangkasan bentuk dan pemangkasan pemeliha-raan.</li>
<li>Pelengkungan cabang untuk meratakan pertumbuhan tunas.</li>
<li>Penjarangan buah untuk meningkatkan kualitas buah.</li>
<li>Pembelongsongan buah agar terhindar dari serangan hama.</li>
<li>Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida sesuai dengan yang dianjurkan untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit.</li>
</ul>
<p><strong>5.   Panen.</strong></p>
<ul>
<li>Tanaman apel dapat dibuahkan dua kali dalam setahun.<strong> </strong></li>
<li>Dapat dipanen pada umur (4–5) bulan setelah bunga mekar.<strong></strong></li>
<li>Pemetikan dengan cara dipetik oleh tangan disertai dengan tangkai buah.</li>
<li>Waktu pemungutan buah yang tepat adalah pada tingkat masak fisiologis.</li>
</ul>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abgorganik.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abgorganik.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abgorganik.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abgorganik.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abgorganik.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abgorganik.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abgorganik.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abgorganik.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abgorganik.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abgorganik.wordpress.com/208/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abgorganik.wordpress.com&blog=2111842&post=208&subd=abgorganik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abgorganik.wordpress.com/2009/07/24/teknologi-peningkatan-produksi-abg-apel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6adcba1c2ea8604874c297ee35c30156?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abgteam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abgorganik.files.wordpress.com/2009/07/apel_1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Buah Apel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makanan (hara) yang mutlak diperlukan tanaman</title>
		<link>http://abgorganik.wordpress.com/2009/05/14/makanan-hara-yang-mutlak-diperlukan-tanaman/</link>
		<comments>http://abgorganik.wordpress.com/2009/05/14/makanan-hara-yang-mutlak-diperlukan-tanaman/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 04:05:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abgteam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Produk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abgorganik.wordpress.com/?p=203</guid>
		<description><![CDATA[Makanan (hara) yang mutlak diperlukan tanaman agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik ada 16 macam, yaitu :

 
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abgorganik.wordpress.com&blog=2111842&post=203&subd=abgorganik&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Makanan (hara) yang mutlak diperlukan tanaman agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik ada 16 macam, yaitu :</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-204" title="PUPUKABG" src="http://abgorganik.files.wordpress.com/2009/05/pupukabg.jpg?w=400&#038;h=328" alt="PUPUKABG" width="400" height="328" /></p>
<p><!--[if !mso]&gt; &lt;!  v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} p\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} v\:textbox {display:none;} --> <!--[endif]--><!--[if !ppt]--><!-- .O 	{color:black; 	font-size:149%;} a:link 	{color:#CCCCFF !important;} a:active 	{color:#3333CC !important;} a:visited 	{color:#B2B2B2 !important;} --><!-- .sld 	{left:0px !important; 	width:6.0in !important; 	height:4.5in !important; 	font-size:103% !important;} --><!--[endif]--></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abgorganik.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abgorganik.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abgorganik.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abgorganik.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abgorganik.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abgorganik.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abgorganik.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abgorganik.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abgorganik.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abgorganik.wordpress.com/203/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abgorganik.wordpress.com&blog=2111842&post=203&subd=abgorganik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abgorganik.wordpress.com/2009/05/14/makanan-hara-yang-mutlak-diperlukan-tanaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6adcba1c2ea8604874c297ee35c30156?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abgteam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abgorganik.files.wordpress.com/2009/05/pupukabg.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">PUPUKABG</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Program IPAT-BO Hasilkan 7 Ton Per Hektar</title>
		<link>http://abgorganik.wordpress.com/2009/04/05/program-ipat-bo-hasilkan-7-ton-per-hektar/</link>
		<comments>http://abgorganik.wordpress.com/2009/04/05/program-ipat-bo-hasilkan-7-ton-per-hektar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2009 05:03:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abgteam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[ABG]]></category>
		<category><![CDATA[IPAT BO]]></category>
		<category><![CDATA[Organik]]></category>
		<category><![CDATA[PUPUK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abgorganik.wordpress.com/?p=199</guid>
		<description><![CDATA[PANEN PERDANA. Bupati Gowa, H Ichsan Yasin Limpo saat melakukan panen perdana padi IPAT-BO di Kelurahan Bontoramba, Kamis (2/4) kemarin.
GOWA, Upeks&#8211;Kegiatan program peningkatan produksi padi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (PTPH) pada Musin Tanam (MT) rendengan 2008-2009 dengan penerapan paket teknologi Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abgorganik.wordpress.com&blog=2111842&post=199&subd=abgorganik&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>PANEN PERDANA. Bupati Gowa, H Ichsan Yasin Limpo saat melakukan <img class="alignright size-full wp-image-200" title="0304panenperdanagowa" src="http://abgorganik.files.wordpress.com/2009/04/0304panenperdanagowa.gif?w=288&#038;h=193" alt="0304panenperdanagowa" width="288" height="193" />panen perdana padi IPAT-BO di Kelurahan Bontoramba, Kamis (2/4) kemarin.<br />
GOWA, Upeks&#8211;Kegiatan program peningkatan produksi padi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (PTPH) pada Musin Tanam (MT) rendengan 2008-2009 dengan penerapan paket teknologi Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik (IPAT-BO) berhasil mencatat produksi 7 ton per hektar dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG).</p>
<p><span id="more-199"></span><br />
Dari hasil ujicoba IPAT-BO yang dilaksanakan 18 kecamatan yang ada di daerah ini dan tersebar pada 168 lokasi, di mana setiap lokasi diujicobakan 2 hektar, tingkat produksi rata-rata mencapai 7 ton per hektar dengan umur tanam hanya 113 hari.<br />
Keberhasilan Gowa dalam ujicoba IPAT-BO ini terungkap dalam panen perdana padi program IPAT-BO dan Biotech di Kelurahan Bontoramba, Kecamatan Somba Opu, Kamis (2/4) yang dihadiri oleh Bupati Gowa, Ichsan Yasin Limpo.<br />
Selain itu hadir pula, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo dan juga Pandam VII Wirabuana, Mayjen TNI Joko Susilo Utomo.<br />
Bupati Gowa, Ichsan Yasin Limpo pada kesempatan itu, mengatakan, penerapan program IPAT-BO dan Biotech ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi padi di daerah ini sekaligus untuk menunjang pencapaian peningkatan surplus beras 2 juta ton yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.<br />
Dalam mendukung gerakan surplus beras 2 juta ton itu, Pemkab Gowa kata Ichsan memiliki sasaran produksi padi sebesar 317.817 ton gabah kering giling dengan luas panen mencapai 52.210 hektar atau tingkat produktivitas mencapai 60,87 KW per hektar. &#8220;Angka ini bisa kita capai karena dari beberapa hasil ubinan IPAT-BO produktivitas dapat mencapai di atas 7 ton per hektar gabang kering panen,&#8221; kata Ichsan.<br />
Sementara itu, Kepala Dinas PTPH Gowa, Mapparenta dalam laporannya menyampaikan program IPAT-BO dan Biotech yang dilaksanakan di daerah ini pada musim tanam 2008-2009 ini mendapatkan bantuan dari Pemprov Sulsel dengan luas areal mencapai 336 hektar. Adapun jenis varietas yang ditanam dalam ujicoba ini ada tiga jenis, masing-masing, cigeulis, cisantana dan ciherang.<br />
Dalam teknologi IPAT-BO ini lanjut Mapparenta menggunakan benih sebanyak 15 Kg per hektar, pupuk urea 100 Kg per hektar serta pupuk amazing bio growth lima jenis di setiap lokasi. Umur bibit katanya dipindahkan 12 hari dengan jarak tanam 30&#215;30 Cm dan pemberian air tidak menggenangi petakan sawah. (<em>Aspar</em>)<br />
Sumber : ujungpandangekspres.com</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abgorganik.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abgorganik.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abgorganik.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abgorganik.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abgorganik.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abgorganik.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abgorganik.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abgorganik.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abgorganik.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abgorganik.wordpress.com/199/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abgorganik.wordpress.com&blog=2111842&post=199&subd=abgorganik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abgorganik.wordpress.com/2009/04/05/program-ipat-bo-hasilkan-7-ton-per-hektar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6adcba1c2ea8604874c297ee35c30156?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abgteam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abgorganik.files.wordpress.com/2009/04/0304panenperdanagowa.gif" medium="image">
			<media:title type="html">0304panenperdanagowa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Akan Tertibkan Pupuk Organik</title>
		<link>http://abgorganik.wordpress.com/2009/04/03/pemerintah-akan-tertibkan-pupuk-organik/</link>
		<comments>http://abgorganik.wordpress.com/2009/04/03/pemerintah-akan-tertibkan-pupuk-organik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Apr 2009 06:33:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abgteam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Organik]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[PUPUK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abgorganik.wordpress.com/2009/04/03/pemerintah-akan-tertibkan-pupuk-organik/</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA, — Pemerintah akan menertibkan pupuk organik yang beredar di pasar saat ini. Caranya, pemerintah akan membuat standar nasional (SNI) komposisi pupuk organik yang diproduksi usaha kecil dan menengah (UKM).

Juru bicara Departemen Pertanian Syukur Iwantoro menyatakan, dasar penyusunan standar itu adalah Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian Tahun 2005 tentang batas minimal kandungan yang terdapat pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abgorganik.wordpress.com&blog=2111842&post=196&subd=abgorganik&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>JAKARTA, — Pemerintah akan menertibkan pupuk organik yang beredar di pasar saat ini. Caranya, pemerintah akan membuat standar nasional (SNI) komposisi pupuk organik yang diproduksi usaha kecil dan menengah (UKM).</p>
<p><span id="more-196"></span></p>
<p>Juru bicara Departemen Pertanian Syukur Iwantoro menyatakan, dasar penyusunan standar itu adalah Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian Tahun 2005 tentang batas minimal kandungan yang terdapat pada pupuk organik.</p>
<p>Tujuannya adalah melindungi para petani dengan menertibkan para penjual yang masih seenaknya membuat pupuk dengan komposisi yang belum sesuai. &#8220;Selama ini banyak penjual pupuk yang mengatakan pupuknya merupakan organik tapi kandungannya masih di bawah batas minimum,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain itu, perlu ada standar karena pemerintah akan mengampanyekan penggunaan pupuk organik.</p>
<p>Kampanye ini dilakukan sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Selama ini petani kurang suka pakai pupuk organik dan lebih suka menggunakan pupuk kimia, seperti UREA, ZA, NPK atau Superphos.</p>
<p>Alasan mereka karena takut dengan bakteri dalam pupuk organik. &#8220;Tetapi mereka tidak sadar efek pupuk kimia dalam jangka panjang yang mencemari lahan dan mengurangi kesuburan,&#8221; ujar Syukur.</p>
<p>Sebaliknya, penggunaan pupuk organik bisa mengembalikan kesuburan dan meningkatkan produksi lahan. Syukur mencontohkan pemberian pupuk organik pada sawah. Pemberian pupuk organik 500 kilogram per hektar mampu meningkatkan produksi padi sebesar 15 persen-22 persen.</p>
<p>Adanya standar pupuk organik juga akan memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada industri UKM pembuat pupuk tentang formula pupuk organik yang tepat.</p>
<p>Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Adi Sasono mengatakan, saat ini baru 15 persen dari jutaan hektar lahan pertanian yang memakai pupuk organik. Padahal, dari peternakan sapi yang sudah ada saat ini, Indonesia mampu menghasilkan 800.000 liter pupuk cair organik per bulan. Sedangkan pupuk padat organik yang diperoleh dapat dipakai untuk pemupukan 90.000 hektar lahan. (Anna Suci Perwitasari/Kontan) Sumber : KOMPAS.com</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abgorganik.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abgorganik.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abgorganik.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abgorganik.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abgorganik.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abgorganik.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abgorganik.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abgorganik.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abgorganik.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abgorganik.wordpress.com/196/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abgorganik.wordpress.com&blog=2111842&post=196&subd=abgorganik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abgorganik.wordpress.com/2009/04/03/pemerintah-akan-tertibkan-pupuk-organik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6adcba1c2ea8604874c297ee35c30156?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abgteam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teknologi Peninkatan Produksi &#8211; ABG PISANG</title>
		<link>http://abgorganik.wordpress.com/2009/03/13/teknologi-peninkatan-produksi-abg-pisang/</link>
		<comments>http://abgorganik.wordpress.com/2009/03/13/teknologi-peninkatan-produksi-abg-pisang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 05:01:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abgteam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[ABG]]></category>
		<category><![CDATA[Pisang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abgorganik.wordpress.com/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[1.   persiapan dan pengolahan lahan.
Lakukan pengolahan lahan dengan membersihkan dari sisa-sisa
akar dan rumput-rumputan dengan cara dicangkul, seperti yang biasa dilakukan, hingga lahan siap tanam, dengan jarak tanam (3 m x 3 m) atau (4 m x 4 m) tergantung varietas. Setelah itu buat lubang tanam dengan ukuran (30–40) cm x (30–40) cm x (30–40) cm [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abgorganik.wordpress.com&blog=2111842&post=191&subd=abgorganik&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><strong><span style="text-transform:uppercase;" lang="DE">1.<span>   </span>p</span></strong><strong><span lang="DE">ersiapan dan pengolahan lahan.<span style="text-transform:uppercase;"></span></span></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;"><span lang="DE"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Lakukan pengolahan lahan dengan membersihkan dari sisa-sisa</p>
<div id="attachment_192" class="wp-caption alignright" style="width: 175px"><img class="size-medium wp-image-192" title="pisang" src="http://abgorganik.files.wordpress.com/2009/03/pisang.jpg?w=165&#038;h=300" alt="Buah Pisang" width="165" height="300" /><p class="wp-caption-text">Buah Pisang</p></div>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;">akar dan rumput-rumputan dengan cara dicangkul, seperti yang biasa dilakukan, hingga lahan siap tanam, dengan jarak tanam (3 m x 3 m) atau (4 m x 4 m) tergantung varietas. Setelah itu buat lubang tanam dengan ukuran (30–40) cm x (30–40) cm x (30–40) cm (pada tanah yang cerul) atau 50 cm x 50 cm x 50 cm (pada tanah berat) dan dibuat penyengkedanan.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;"> </p>
<p><span lang="DE"><font size="3"><font face="Arial"></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;"><span id="more-191"></span></p>
<p></font></font></span></span><span lang="DE"><font size="3"></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;"> </p>
<p></font></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;"><strong><span lang="DE"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">2.<span>   </span>Persiapan bibit dan penanaman.</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><span style="text-transform:uppercase;" lang="DE">p</span><span lang="DE">enanaman pisang diawali dengan pembibitan. Biasanya, bibit yang akan ditanam, adalah dengan lebar potongan batang umbi (15–20) cm, dan dengan tinggi bibit (0.5–1) m. Bersihkan umbi dari tanah yang melekat. Tempatkan bibit pada tempat yang teduh. Berikan campuran inokulan ABG-BIO, dengan mengaktifkan (1–2) bungkus ABG-BIO dalam (20–25) kg pupuk kandang + 2 kg dedak. Kemudian siram dengan air hingga lembab, simpan dalam bentuk gundukan dan tutup dengan karung bekas, biarkan selama (2–3) hari, baru berikan secara merata, bersamaan dengan pemupukan awal. Selanjutnya dilakukan pemupukan, dengan (2–3) tablet ABG-Tablet/tanaman + (50-100) gram ABG-Bios/tanaman, setiap 3 bulan, dan semprotkan ABG-D, dengan konsentrasi (2–3) cc/liter air, setiap 2 minggu. Bila sudah terbentuk (2–4) helai daun, maka tanaman pisang tersebut dapat dipindahtanam.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;"><strong><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">3.<span>   </span>Pemupukan.</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><strong><span lang="SV"><span>      </span>3.1. Tanaman Belum Menghasilkan (TBM).</span></strong><span lang="SV"></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><span lang="SV">Pupuk yang digunakan pada tanaman belum menghasilkan adalah ABG-Bios, ABG-Tablet, ABG-D, ABG-B dan pupuk kandang. Sedangkan untuk meningkatkan kesehatan tanaman gunakan ABG-BIO. </span><span lang="DE">Dosis pemupukan ABG adalah sebagai berikut:</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;"><strong><span lang="DE"><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">a.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></strong><span lang="DE"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Berikan (4–10) tablet ABG-Tablet per tanaman + (100–500) gram ABG-Bios per tanaman. Aplikasi 2 kali dalam setahun. Pupuk ditempatkan dalam lubang hingga sedalam (5–10) cm, dengan jarak (20–30) cm dari tanaman, pada (3–4) titik/tempat. Dosis disesuaikan dengan umur tanaman, yaitu meningkat (3-4) tablet/tahun. Jika tersedia, dianjurkan untuk memberikan pupuk kandang sekitar (2–5) kg/tanaman, sekali dalam setahun.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;"><strong><span lang="DE"><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">b.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></strong><span lang="DE"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Untuk memacu pertumbuhan vegetatif (daun, tunas) kombinasikan dengan penyemprotan atau penyiraman ABG-D, <span>dengan</span><strong> </strong><span>konsentrasi (2–4) cc/liter air, pada tanaman secara merata, dengan interval 30 hari sekali.</span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;"><strong><span lang="DE"><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">c.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></strong><span lang="DE"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Untuk mencegah penyakit akar dan meningkatkan kesehatan tanaman pisang, berikan ABG-BIO setiap (1–2) bulan. Caranya: Larutkan (1–2) bungkus ABG-BIO + 1 kg dedak + 5 kg ABG-Bios + 5 tutup ABG-D, dalam (50-100) liter air, aduk secara merata, dan biarkan selama (2-4) jam. Kemudian siramkan sebanyak (2–5) liter/tanaman, pada perakaran tanaman.</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:-18.7pt;margin:0 0 0 18.7pt;"><span lang="DE"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><span>      </span>3.2. Tanaman Menghasilkan (TM).</span></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;"><strong><span lang="DE"><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">a.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></strong><span lang="DE"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Berikan (6–10) tablet ABG-Tablet per tanaman + (500–1.000) gram ABG-Bios per tanaman. Aplikasi 2 kali dalam setahun. Pupuk ditempatkan dalam lubang sedalam (5–10) cm, dengan jarak (50–200) cm dari tanaman, pada (6–8) titik/tempat di sekeliling tanaman. (3–4) titik di bawah tajuk terluar, dan (3–4) titik antara tajuk terluar dengan batang. Dosis disesuaikan dengan umur tanaman dan jumlah tanaman per rumpun. Jika tersedia, dianjurkan untuk memberikan pupuk kandang (5–10) kg/rumpun, sekali dalam setahun.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;"><strong><span lang="EN-GB"><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">b.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><span lang="DE">Untuk memacu pertumbuhan vegetatif (daun, tunas) dan pembuahan, kombinasikan dengan penyemprotan ABG-D dan ABG-B. Setelah pemetikan buah (panen), gunakan </span><span lang="SV">ABG-D, dengan konsentrasi (2-4) cc/liter air, dengan cara disemprotkan <span>pada tanaman secara merata, dengan interval 30 hari sekali. </span></span><span lang="DE">Untuk merangsang pembungaan, semprotkan ABG-B, dengan konsentrasi (2–4) cc/liter air, secara merata pada tanaman, dengan interval (20–30) hari. Aplikasi dapat juga dilakukan melalui tanah, yaitu dengan menyiramkan larutan tersebut pada perakaran tanaman. Caranya: Larutkan (20–50) cc ABG-D atau ABG-B, dalam<span>  </span>(1–5) liter air, kemudian siramkan pada perakaran. Buat (4–6) lubang hingga kedalaman 5 cm, kemudian siramkan larutan ke dalam lubang tersebut. </span><span lang="EN-GB">Penggunaan paling optimal adalah kombinasinya, yaitu disemprotkan dan disiramkan.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;"><strong><span lang="EN-GB"><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">c.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></strong><span lang="EN-GB"><span style="font-size:small;font-family:Arial;">Untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan tanaman pisang berikan ABG-BIO setiap (1–2) bulan. Caranya: Larutkan (1–2) bungkus ABG-BIO + 1 kg dedak + 5 kg ABG-Bios, dalam (50-100) liter air, aduk secara merata dan biarkan sekitar (2-4) jam. Kemudian siramkan sebanyak (2–5) liter/tanaman pada perakaran tanaman.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="EN-GB"><span style="font-size:small;font-family:Arial;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;"><strong><span lang="EN-GB"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">4.<span>   </span>Pemeliharaan.</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;"><span lang="EN-GB"><span style="font-size:small;font-family:Arial;">Pemeliharaan meliputi penyiraman, mengatur jumlah anak, perabukan, pemeliharaan buah, pengendalian gulma atau penyiangan, dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;"><span style="font-family:Symbol;" lang="DE"><span><span style="font-size:small;">·</span><span style="font:7pt &quot;">         </span></span></span><span lang="DE"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Penyiraman dilakukan dengan menggunakan emrat.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;"><span style="font-family:Symbol;" lang="DE"><span><span style="font-size:small;">·</span><span style="font:7pt &quot;">         </span></span></span><span lang="DE"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida, sesuai dengan yang dianjurkan untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"><strong><span lang="DE">5.<span>   </span>Panen.</span></strong><span lang="DE"></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;"><span style="font-family:Symbol;" lang="DE"><span><span style="font-size:small;">·</span><span style="font:7pt &quot;">         </span></span></span><span lang="DE"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Faktor umur buah pisang setelah berbunga dan bentuk buah pisang</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;"><span style="font-family:Symbol;" lang="DE"><span><span style="font-size:small;">·</span><span style="font:7pt &quot;">         </span></span></span><span lang="DE"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Buah pisang yang cukup umur untuk dipotong, yaitu (80–110) hari setelah berbunga.</span></span></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;" lang="EN-GB"><br /></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abgorganik.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abgorganik.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abgorganik.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abgorganik.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abgorganik.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abgorganik.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abgorganik.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abgorganik.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abgorganik.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abgorganik.wordpress.com/191/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abgorganik.wordpress.com&blog=2111842&post=191&subd=abgorganik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abgorganik.wordpress.com/2009/03/13/teknologi-peninkatan-produksi-abg-pisang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6adcba1c2ea8604874c297ee35c30156?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abgteam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abgorganik.files.wordpress.com/2009/03/pisang.jpg?w=165" medium="image">
			<media:title type="html">pisang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teknologi Peningkatan Produksi &#8211; ABG MELON</title>
		<link>http://abgorganik.wordpress.com/2009/03/13/teknologi-peningkatan-produksi-abg-melon/</link>
		<comments>http://abgorganik.wordpress.com/2009/03/13/teknologi-peningkatan-produksi-abg-melon/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 04:50:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abgteam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[ABG]]></category>
		<category><![CDATA[Melon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abgorganik.wordpress.com/?p=186</guid>
		<description><![CDATA[
1.   Pengolahan dan persiapan lahan.



 
Lakukan pengolahan lahan dengan cara dicangkul atau ditraktor, seperti yang biasa dilakukan, hingga lahan siap tanam, dengan jarak tanam (100&#215;50) cm. Selanjutnya buat bedengan dengan panjang maksimum (16–18) m, tinggi (30-50) cm, lebar (100-110) cm; dan lebar saluran air (55-65) cm. Untuk mengurangi serangan penyakit dan menekan pertumbuhan gulma dianjurkan menggunakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abgorganik.wordpress.com&blog=2111842&post=186&subd=abgorganik&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;">
<div class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;"><strong><span lang="DE"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">1.<span>   </span>Pengolahan dan persiapan lahan.</span></span></span></strong></div>
<p><strong><span lang="DE"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"></p>
<div id="attachment_187" class="wp-caption alignright" style="width: 174px"><img class="size-full wp-image-187" title="melon1" src="http://abgorganik.files.wordpress.com/2009/03/melon1.jpg?w=164&#038;h=119" alt="Buah Melon" width="164" height="119" /><p class="wp-caption-text">Buah Melon</p></div>
<div><strong><span lang="DE"><span style="font-size:small;"></span></span></strong></div>
<p><strong><span lang="DE"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;"> </p>
<p></span></span></span></strong></span></span></span></strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><span lang="DE">Lakukan pengolahan lahan dengan cara dicangkul atau ditraktor, seperti yang biasa dilakukan, hingga lahan siap tan</span><span lang="EN-GB">am, dengan jarak tanam (100&#215;50) cm. Selanjutnya buat bedengan dengan panjang maksimum (16–18) m, tinggi (30-50) cm, lebar (100-110) cm; dan lebar saluran air (55-65) cm. Untuk mengurangi serangan penyakit dan menekan pertumbuhan gulma dianjurkan menggunakan mulsa (penutup tanah) plastik hitam atau perak. </span><span lang="DE">Pemasangan mulsa dilakukan setelah pemberian pupuk dasar.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><span lang="DE"><span id="more-186"></span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;"><strong><span lang="EN-GB"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">2.<span>   </span>Pencegahan penyakit dan persemaian.</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:150%;margin:0 0 0 18.7pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Penyakit utama penyebab kegagalan panen pada tanaman melon adalah penyakit layu dan busuk leher akar. Untuk mencegah atau mengendalikan penyakit tersebut, dapat dilakukan sejak dini, yaitu dengan menggunakan ABG-BIO (pengendalian secara biologis) pada persemaian. Caranya: Aktifkan (1–2) bungkus ABG-BIO dengan (10–20) kg media semai (tanah dan pupuk kandang, dengan perbandingan 3:1 sampai 1:1). Siram dengan air hingga lembab, simpan dalam bentuk gundukan dan tutup dengan karung bekas, biarkan selama (2-3) hari, sebelum dipakai. Atau larutkan 1 bungkus ABG-BIO + 0,5 kg dedak + 2 tutup ABG-D, dalam 10 liter air, aduk secara merata, dan biarkan dulu selama (2–4) jam, lalu siramkan pada media persemaian di atas, (1–2) hari sebelum penebaran benih. Untuk mengurangi kematian dan menghindari stress, benih sebaiknya disemaikan dalam kokeran dari daun pisang berisi sekitar (50–75) gram media tanam. <span lang="DE">Benih ditempatkan kedalam lubang sekitar 0,5 cm. Setelah bibit berumur 2 minggu dilakukan pindah tanam </span></span></span></p>
<h3 style="text-indent:-18.7pt;margin:0 0 0 18.7pt;"><span lang="DE"><span style="font-size:small;font-family:Arial;">3.<span>   </span>Pemupukan.</span></span></h3>
<h3 style="text-indent:-28.05pt;margin:0 0 0 46.75pt;"><span lang="DE"><span style="font-size:small;font-family:Arial;">3.1.<span>   </span>Budidaya dengan menggunakan mulsa.</span></span></h3>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 46.75pt;"><strong><span lang="DE"><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">a.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><strong><span lang="DE">Pupuk dasar. </span></strong><span lang="DE">Pupuk yang digunakan, untuk lahan seluas 1 ha, adalah campuran (2–5) ton pupuk kandang + (100–200) kg ABG-Bios + (10–20) kg campuran media semai dan ABG-BIO, yang telah diaktifkan (seperti tersebut di atas). Sebarkan campuran pupuk ini pada bedengan, atau diberikan dalam lubang tanam, sekitar (1–3) hari sebelum tanam. Setelah penanaman berikan campuran (100–200) kg ABG-Bios + 100 kg Urea + 200 kg SP-36 + 100 kg KCl. Pupuk ditempatkan dalam lubang tugal dengan kedalaman 5 cm, berjarak sekitar 10 cm dari tanaman, atau disebar merata pada larikan tanam.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 46.75pt;"><strong><span lang="SV"><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">b.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><strong><span lang="DE">Pupuk susulan. </span></strong><span lang="DE">Pupuk susulan sebaiknya diberikan dalam bentuk larutan, yaitu dengan melarutkan pupuk Urea + SP-36 (harus ditumbuk dulu) + KCl, atau pupuk majemuk NPK (dengan formula 12-12-17) + pupuk organik ABG-Bios. Pemberian dilakukan dengan sistem cor mulai 20 HST, yaitu larutkan 1 kg Urea + 1 kg SP-36 + 1 kg KCl, atau gunakan 2 kg pupuk majemuk NPK (dengan formula 12-12-17) + (1–2) kg ABG-Bios + (5–10) tutup ABG-B, dalam 100 liter air (aduk secara merata). </span><span lang="SV">Selanjutnya siramkan sekitar 200 cc/tanaman (satu gelas aqua) pada perakaran tanaman, setiap interval (7–10) hari.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 46.75pt;"><strong><span lang="SV"><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">c.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><strong><span lang="SV">Pupuk ABG. </span></strong><span lang="SV">Penyemprotan pupuk ABG-D, dengan konsentrasi (2-3) cc/liter air, dilakukan pada 10 HST, 20 HST, sedangkan pemberian pupuk ABG-B, dengan konsentrasi (2–3) cc/liter air, dilakukan pada 30 HST, 40 HST,. Untuk mencegah penyakit layu dan mengurangi serangan penyakit lainnya,<span>  </span>berikan ABG-BIO setiap 2 minggu. Caranya: Larutkan (1–2) bungkus ABG-BIO + 1 kg dedak + 2 kg ABG-Bios + (5–10) tutup ABG-B, dalam (50-100) liter air, aduk secara merata, dan biarkan sekitar (2-4) jam. Lalu siramkan sebanyak (25–50) cc/tanaman, pada perakaran tanaman</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:-28.05pt;margin:0 0 0 46.75pt;"><span><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">3.2.<span>   </span>Budidaya konvensional (tanpa mulsa).</span></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 46.75pt;"><strong><span lang="DE"><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">a.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><strong><span lang="EN-GB">Pupuk dasar. </span></strong><span lang="EN-GB">Pupuk yang digunakan, untuk lahan seluas 1 ha, adalah campuran (2–5) ton pupuk kandang + </span><span lang="DE">(10–20) kg campuran media semai dan ABG-BIO yang telah diaktifkan (seperti tersebut di atas). Sebarkan campuran pupuk ini</span><span lang="EN-GB"> pada bedengan, atau diberikan dalam lubang tanam, sekitar (1–3) hari sebelum tanam, Atau larutkan (1-2) bungkus ABG-BIO + 1 kg dedak + 5 tutup ABG-D, dalam 100 liter air. Kemudian siramkan secara merata pada bedengan, atau ke lubang tanam berisi pupuk kandang. Setelah penanaman, berikan campuran (100–200) kg ABG-Bios + 100 kg Urea + 100 kg SP-36 + 100 kg KCl, atau (15–25) gram/tanaman. </span><span lang="DE">Pupuk ditempatkan dalam lubang tugal dengan kedalaman 5 cm, berjarak sekitar 10 cm dari tanaman.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 46.75pt;"><strong><span lang="EN-GB"><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">b.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><strong><span lang="DE">Pupuk susulan. </span></strong><span lang="DE">Sebagai pupuk susulan gunakan campuran 100 kg Urea + 50 kg SP-36 + 100 kg KCl + (100–200) kg ABG-Bios, atau sekitar (15–20) gram/tanaman, diberikan 20 HST, atau campuran 200 kg pupuk majemuk NPK (dengan formula 12-12-17) + (100–200) kg ABG-Bios. Pupuk ditempatkan di sekeliling tanaman, dan selanjutnya dilakukan pembumbunan.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 46.75pt;"><strong><span lang="DE"><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">c.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><strong><span lang="EN-GB">Pupuk ABG. </span></strong><span lang="EN-GB">Pemberian pupuk ABG-D, dengan konsentrasi (2-3) cc/liter air, dilakukan pada 10 HST, 20 HST, sedangkan pupuk ABG-B, dengan konsentrasi (2-3) cc/liter air, dilakukan pada 30 HST, 40 HST, dengan cara disemprotkan pada tanaman secara merata. </span><span lang="DE">Untuk mencegah penyakit pada tanaman melon, berikan ABG-BIO setiap 2 minggu. Caranya: Larutkan (1–2) bungkus ABG-BIO + 1 kg dedak + 2 kg ABG-Bios, dalam 50 liter air, aduk secara merata, dan biarkan sekitar (2-4) jam. Lalu</span><span lang="EN-GB"> siramkan sebanyak (25–50) cc/tanaman, pada perakaran tanaman.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 46.75pt;"><strong><span lang="DE"><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">d.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></strong><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"><strong><span lang="DE">Pemupukan dengan ABG-Tablet. </span></strong><span lang="DE">Alternatif pemupukan adalah dengan menggunakan pupuk tablet ABG. Pupuk dasar terdiri dari pupuk kandang (2–5) ton/ha + (100–200) kg ABG-Bios + (1–2) bungkus ABG-BIO (diaktifkan terlebih dulu). Diberikan (1–3) hari sebelum penanaman. Sekitar (1–7) hari setelah penanaman, diberikan (2–3) tablet ABG-Tablet per tanaman. Selanjutnya hanya dikombinasikan dengan ABG-D dan ABG-B sebagai pupuk susulan seperti di atas.</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18.7pt;"><strong><span lang="DE"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">4.<span>   </span>Pemeliharaan.</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;"><span lang="DE"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Pemeliharaan meliputi penyiangan, perempelan dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;"><span style="font-family:Symbol;" lang="DE"><span><span style="font-size:small;">·</span><span style="font:7pt &quot;">         </span></span></span><span lang="DE"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Penyiangan (weeding) dilakukan (2–3) kali, dengan menyingkirkan gulma di sekitar daerah perakaran.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;"><span style="font-family:Symbol;" lang="DE"><span><span style="font-size:small;">·</span><span style="font:7pt &quot;">         </span></span></span><span lang="DE"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida, sesuai dengan yang dianjurkan untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;"><span style="font-family:Symbol;" lang="EN-GB"><span><span style="font-size:small;">·</span><span style="font:7pt &quot;">         </span></span></span><span lang="EN-GB"><span style="font-size:small;font-family:Arial;">Perempelan dilakukan terhadap tunas/cabang air, yang bukan merupakan cabang utama.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:-18.7pt;margin:0 0 0 18.7pt;"><span lang="DE"><strong><span style="font-size:small;font-family:Arial;">5.<span>   </span>Panen.</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;"><span style="font-family:Symbol;" lang="DE"><span><span style="font-size:small;">·</span><span style="font:7pt &quot;">         </span></span></span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"><span lang="SV">Jala/net pada kulit buah sangat nyata/kasar.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;"><span style="font-family:Symbol;" lang="DE"><span><span style="font-size:small;">·</span><span style="font:7pt &quot;">         </span></span></span><span lang="DE"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Warna kulit hijau kekuningan.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;"><span style="font-family:Symbol;" lang="DE"><span><span style="font-size:small;">·</span><span style="font:7pt &quot;">         </span></span></span><span lang="DE"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Umur panen lebih kurang (80–100) HST.<strong></strong></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;"><span style="font-family:Symbol;" lang="DE"><span><span style="font-size:small;">·</span><span style="font:7pt &quot;">         </span></span></span><span lang="DE"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Potong tangkai buah melon dengan pisau, sisakan minimal 2 cm, untuk memperpanjang masa simpan buah.<strong></strong></span></span></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abgorganik.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abgorganik.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abgorganik.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abgorganik.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abgorganik.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abgorganik.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abgorganik.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abgorganik.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abgorganik.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abgorganik.wordpress.com/186/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abgorganik.wordpress.com&blog=2111842&post=186&subd=abgorganik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abgorganik.wordpress.com/2009/03/13/teknologi-peningkatan-produksi-abg-melon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6adcba1c2ea8604874c297ee35c30156?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abgteam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abgorganik.files.wordpress.com/2009/03/melon1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">melon1</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>