<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pupuk Organik &#38; Nutrisi ABG "Amazing Bio Growth"</title>
	<atom:link href="http://abgorganik.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abgorganik.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 07:43:04 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>id</language>
			<item>
		<title>Teknologi Peningkatan Produksi-Pupuk Organik ABG KENTANG</title>
		<link>http://abgorganik.wordpress.com/2008/06/24/teknologi-peningkatan-produksi-pupuk-organik-abg-kentang/</link>
		<comments>http://abgorganik.wordpress.com/2008/06/24/teknologi-peningkatan-produksi-pupuk-organik-abg-kentang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 10:46:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abgteam</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Produk]]></category>

		<category><![CDATA[ABG]]></category>

		<category><![CDATA[PUPUK]]></category>

		<category><![CDATA[Organik]]></category>

		<category><![CDATA[Kentang]]></category>

		<category><![CDATA[Peningkatan]]></category>

		<category><![CDATA[Produksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abgorganik.wordpress.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[1. Persiapan dan pengolahan lahan.
Pengolahan dapat dilakukan dengan cara dicangkul atau ditraktor, seperti yang biasa dilakukan, untuk menggemburkan tanah dan mendukung pertumbuhan akar dan umbi kentang. Kemudian lakukan penataan lahan, untuk penanaman sistem bedeng, atau gulud. Sistem bedeng menggunakan bedengan lebar 120 cm, jarak antar bedengan 30 cm, panjang disesuaikan dengan kondisi lahan. Penanaman dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>1. Persiapan dan pengolahan lahan.<br />
Pengolahan dapat dilakukan dengan cara dicangkul atau ditraktor, seperti yang biasa dilakukan, untuk<a href="http://abgorganik.files.wordpress.com/2008/06/kentang1.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-87" src="http://abgorganik.files.wordpress.com/2008/06/kentang1.jpg?w=180&h=177" alt="" width="180" height="177" /></a> menggemburkan tanah dan mendukung pertumbuhan akar dan umbi kentang. Kemudian lakukan penataan lahan, untuk penanaman sistem bedeng, atau gulud. Sistem bedeng menggunakan bedengan lebar 120 cm, jarak antar bedengan 30 cm, panjang disesuaikan dengan kondisi lahan. Penanaman dengan sistem gulud dibuat dengan jarak (70–80) cm. Pengguludan dilakukan bersamaan dengan pembumbunan. Jarak tanam (70&#215;30) cm atau (80&#215;40) cm (jarak antar barisan 70 cm - 80 cm, dan jarak antar lubang tanam dalam barisan 30 cm - 40 cm) tergantung varietas.</p>
<p><span id="more-85"></span><br />
2.	Pencegahan penyakit dan penanaman.<br />
Umbi dapat ditanam pada bedengan dengan syarat berukuran sedang, memiliki (3-5) mata tunas, dan hanya sampai generasi keempat saja, serta umbi sudah bertunas. Untuk mencegah tanaman terserang penyakit tular tanah (layu bakteri oleh Pseudomonas sp, dan busuk daun oleh Phytopthora sp), aktifkan (5–10) bungkus inokulan ABG-BIO dalam (100–200) kg pupuk kandang + 5 kg dedak. Kemudian siram dengan air hingga lembab, simpan dalam bentuk gundukan dan tutup dengan karung bekas, biarkan selama (2-3) hari, baru dipakai. Inokulan ini dapat diberikan bersama pupuk dasar, atau diberikan secara terpisah kedalam lubang tanam. Aplikasi ABG-BIO dapat juga dilakukan dalam bentuk larutan, yaitu larutkan (1–2) bungkus ABG-BIO + (1–2) kg dedak + 2 kg ABG-Bios + (5–10) tutup ABG-D, dalam (50-100) liter air, setelah diaduk secara merata, biarkan selama (2–4) jam, lalu siramkan pada bedengan, yang telah diberi pupuk kandang (pupuk dasar), dengan emrat secara merata.<br />
3.	Pemupukan.<br />
a.	Pupuk dasar. Pupuk yang digunakan, untuk lahan seluas 1 ha, adalah campuran (5–10) ton pupuk kandang + (150-200) kg ABG-Bios + (150-200) kg Urea + (100-150) kg SP-36 + (100-150) kg KCl + (100-200) kg campuran pupuk kandang, dedak dan ABG-BIO yang telah diaktifkan (seperti tersebut di atas). Campuran pupuk ini diberikan dalam larikan tanam (sedalam 10 cm) dan ditutup dengan tanah setebal 5 cm, atau diberikan di sekeliling bibit pada radius (5–10) cm dari bibit. Selanjutnya dilakukan pembumbunan untuk menutup bibit dan pupuk tersebut hingga ketebalan 5 cm. Dapat juga dilakukan secara terpisah, yaitu pupuk kandang diberikan terlebih dahulu bersama dengan campuran ABG-BIO yang telah diaktifkan, disebar pada larikan tanam atau dalam lubang tanam, (1–5) hari sebelum tanam. Atau buat inokulan ABG–BIO dalam bentuk larutan (seperti diuraikan dalam ad.2 di atas), kemudian siramkan larutan ABG-BIO tersebut pada hamparan pupuk kandang atau lubang tanam. Kemudian setelah penanaman, berikan campuran (150-200) kg ABG-Bios + (150-200) kg Urea + (100-150) kg SP-36 + (100-150) kg KCl. Pupuk ditempatkan di sekeliling bibit pada radius (5–10) cm dari bibit. Kemudian lakukan pembumbunan dengan tanah hingga ketebalan 5 cm.<br />
b.	Pupuk susulan. Pupuk susulan diberikan (30–35) HST, yaitu 100 kg Urea + (50–100) kg SP-36 + (100–150) kg KCl + (100–200) kg ABG-Bios. Campuran pupuk ini diberikan di sekeliling tanaman pada radius (10–15) cm dari batang tanaman, kemudian dilakukan pembumbunan. Pemupukan dilakukan setelah penyiangan gulma.<br />
c.	Pupuk Organik ABG. Untuk memacu pertumbuhan dan meningkatkan kesehatan tanaman, semprotkan ABG-B, dengan konsentrasi (2–3) cc/liter air, pada 20 HST, 30 HST, 40 HST dan 50 HST. Sedangkan untuk merangsang regenerasi akar/pertumbuhan umbi, dan untuk mengendalikan penyakit layu bakteri dan busuk daun, gunakan ABG-BIO dengan cara melarutkan (1–2) bungkus ABG-BIO + 1 kg dedak + 2 kg ABG-Bios + (5–10) tutup ABG-B, dalam (50-100) liter air, aduk secara merata, dan biarkan sekitar (2-4) jam. Kemudian siramkan sebanyak (25–50) cc/tanaman pada perakaran tanaman dengan interval (1–2) minggu.<br />
4.	Pemeliharaan.<br />
Pemeliharaan meliputi penyiangan dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT). Penyiangan (weeding) dilakukan (2–3) kali dengan menyingkirkan gulma di sekitar daerah perakaran. Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida sesuai dengan yang dianjurkan untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit.<br />
5.	Panen.<br />
Dapat dipanen pada usia (90–120) HST.Daunnya telah menguning dan mengering. Batang berubah warna dari hijau menjadi kekuning-kuninga. Kulit umbi tidak mudah lecet.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abgorganik.wordpress.com/85/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abgorganik.wordpress.com/85/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abgorganik.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abgorganik.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abgorganik.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abgorganik.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abgorganik.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abgorganik.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abgorganik.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abgorganik.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abgorganik.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abgorganik.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abgorganik.wordpress.com&blog=2111842&post=85&subd=abgorganik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abgorganik.wordpress.com/2008/06/24/teknologi-peningkatan-produksi-pupuk-organik-abg-kentang/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/abgteam-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">abgteam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abgorganik.files.wordpress.com/2008/06/kentang1.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PUPUK ORGANIK ABG (Amazing Bio Growth)</title>
		<link>http://abgorganik.wordpress.com/2008/06/09/pupuk-organik-abg-amazing-bio-growth/</link>
		<comments>http://abgorganik.wordpress.com/2008/06/09/pupuk-organik-abg-amazing-bio-growth/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 09:35:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abgteam</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Produk]]></category>

		<category><![CDATA[ABG]]></category>

		<category><![CDATA[Organik]]></category>

		<category><![CDATA[PUPUK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abgorganik.wordpress.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Pupuk Organik ABG (Amazing Bio Growth) merupakan konsentrat organik dan nutrisi tanaman hasil ekstraksi secara mikrobiologis melalui proses fermentasi berbagai bahan organik berkualitas tinggi (ikan, ternak dan tanaman), mengandung senyawa bioaktif (plant growth promoting agent, asam-asam amino, enzim), mikroba menguntungkan (pengurai, penambat N, pelarut fosfat dan penghasil fitohormon) dan diperkaya dengan hara esensil. Efektif untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pupuk Organik ABG (Amazing Bio Growth) merupakan konsentrat organik dan nutrisi tanaman hasil ekstraksi secara mikrobiologis melalui proses fermentasi berbagai bahan organik berkualitas tinggi (ikan, ternak dan tanaman), mengandung senyawa bioaktif (plant growth promoting agent, asam-asam amino, enzim), mikroba menguntungkan (pengurai, penambat N, pelarut fosfat dan penghasil fitohormon) dan diperkaya dengan hara esensil. Efektif untuk merevitalisasi kesehatan (soil health) dan kualitas ekosistem tanah, meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman (pangan, sayuran, buah-buahan, perkebunan, tanaman hias, dan tanaman lainnya).</p>
<p>Kegunaan Pupuk Organik ABG</p>
<p><span id="more-83"></span></p>
<ul>
<li> Sebagai pupuk akar, daun, bunga dan buah untuk meningkatkan pertumbuhan vegetatif, generatif, pasokan hara dan efisiensi pemupukan sehingga dapat mengurangi penggunaan pupuk NPK sekitar 25%</li>
</ul>
<ul>
<li> Sebagai pupuk biologis untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan organisme tanah yang menguntungkan bagi tanaman (beneficial microflora) dalam tanah (bakteri penambat N, pelarut fosfat, penghasil hormon tumbuh) maupun pada daun (phylosphir)</li>
</ul>
<ul>
<li>Biokatalisator untuk meningkatkan ketersediaan hara dan meningkatkan kelarutan deposit hara yang terfiksasi dalam tanah.</li>
<li>Pembenah tanah (soil conditioner) untuk memperbaiki aerasi dan rekondisi (remediasi) fungsi ekosistem tanah dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman</li>
<li>Agen pengendali organisme pengganggu (biological control agents), yaitu meningkatkan populasi dan dominasi mikroba yang antagonistik dengan mikroba pathogen dalam tanah maupun phylosphir sehingga dapat mengurangi penggunaan pestisida secara signifikan</li>
<li>Solusi untuk mengatasi kendala pengaadan pupuk kandang (penggunaan pupuk kandang dapat dikurangi minimal 50%)</li>
<li>Agen pembenah kualitas air pada kolam (water conditioner agents) untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan plankton dalam air</li>
<li>Suplemen (food supplement) untuk meningkatkan pertumbuhan ternak unggas, sapi, domba, dll serta ikan (menambah nafsu makan dan meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi )</li>
<li>Bioaktivator mikroba decomposer (bakteri dan aktinomycetes) baik mesofilik maupun termofilik yang berperan dalam mempercepat proses dekomposisi dalam proses pengkomposan dan meningkatkan kualitas pupuk kompos</li>
<li>Applikasi hemat dan praktis dengan dosis yang rendah</li>
<li>Ramah lingkungan</li>
</ul>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abgorganik.wordpress.com/83/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abgorganik.wordpress.com/83/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abgorganik.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abgorganik.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abgorganik.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abgorganik.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abgorganik.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abgorganik.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abgorganik.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abgorganik.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abgorganik.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abgorganik.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abgorganik.wordpress.com&blog=2111842&post=83&subd=abgorganik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abgorganik.wordpress.com/2008/06/09/pupuk-organik-abg-amazing-bio-growth/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/abgteam-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">abgteam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KESAKSIAN NUTRISI ABG-UNGGAS PEDAGING</title>
		<link>http://abgorganik.wordpress.com/2008/04/29/kesaksian-nutrisi-abg-unggas-pedaging/</link>
		<comments>http://abgorganik.wordpress.com/2008/04/29/kesaksian-nutrisi-abg-unggas-pedaging/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 07:12:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abgteam</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kesaksian Produk]]></category>

		<category><![CDATA[ABG]]></category>

		<category><![CDATA[ayam]]></category>

		<category><![CDATA[Nutrisi]]></category>

		<category><![CDATA[Pedaging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abgorganik.wordpress.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Nama Peternak          : Trimo
Alamat                         : Desa Karang Tanjung, Kec.Lemahabang, Karawang
Komoditi                     : Ayam Pedaging
Pelaksanaan               :  Januari 2007
Umur Panen                : 28 hari
Jumlah ayam              : 66.000 ekor
 

Komentar Peternak :






Setelah saya menggunakan ABG-Unggas Pedaging yang diperkenalkan oleh Bapak Sukaris (Distributor ABG), nafsu makan ayam bagus, ayam lebih lincah, pertumbuhan dan perkembangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><a href="http://abgorganik.files.wordpress.com/2008/04/ayam.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-81" src="http://abgorganik.files.wordpress.com/2008/04/ayam.jpg?w=136&h=188" alt="" width="136" height="188" /></a>Nama Peternak<span>          </span>: Trimo</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Alamat <span>           </span><span>            </span><span> </span>: Desa Karang Tanjung, Kec.Lemahabang, Karawang</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Komoditi <span>        </span><span>            </span>: Ayam Pedaging</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pelaksanaan <span>  </span><span>            </span>:<span>  </span>Januari 2007</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Umur Panen <span>   </span><span>            </span>: 28 hari</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Jumlah ayam              : 66.000 ekor</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong>Komentar Peternak </strong><strong><span>:</span></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span><span id="more-80"></span></span></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Setelah saya menggunakan ABG-Unggas Pedaging yang diperkenalkan oleh Bapak Sukaris (Distributor ABG), nafsu makan ayam bagus, ayam lebih lincah, pertumbuhan dan perkembangan cepat, lebih sehat dan tahan terhadap serangan penyakit, dan tingkat kematian dapat ditekan. Karena perkembangannya begitu pesat, sehingga saya tidak mengikuti dosis anjuran. Saya menggunakan dosis 5cc/10 liter air, yang seharusnya 10 cc/10 liter air. Dengan dosis segitu aja pertumbuhan begitu cepat, apalagi ngikuti dosis anjuran. Karena uji coba ABG-Unggaas Pedaging memberikan hasil dan keuntungan besar, sehingga ayam saya yang 66.000 ekor, saya beri ABG melalui air minum. ABG….. memang Ajaib Bikin Gede !!!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Tanpa ABG :</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Hasil sampling dari 20 ekor ayam yang ditimbang = 18.4 kg atau 0.92 kg/ekor.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">FCR = 1.60</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">% kematian = 3.5%</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Vitamin diberikan 100%</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Vaksin dan obat-obatan diberikan 100%</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dengan ABG :</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Hasil sampling dari 20 ekor ayam yang ditimbang = 24.2 kg atau 1.21 kg/ekor </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Jumlah ayam yang diuji coba dengan ABG sebanyak 2000 ekor</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">FCR = 1.57</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">% kematian = 2.65%</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Vitamin dikurangi 30%</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Vaksin dan obat-obatan tetap diberikan, sama dengan yang tanpa ABG</span></span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abgorganik.wordpress.com/80/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abgorganik.wordpress.com/80/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abgorganik.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abgorganik.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abgorganik.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abgorganik.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abgorganik.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abgorganik.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abgorganik.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abgorganik.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abgorganik.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abgorganik.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abgorganik.wordpress.com&blog=2111842&post=80&subd=abgorganik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abgorganik.wordpress.com/2008/04/29/kesaksian-nutrisi-abg-unggas-pedaging/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/abgteam-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">abgteam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abgorganik.files.wordpress.com/2008/04/ayam.jpg?w=201" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Teknologi Peningkatan Produksi - ABG TEBU</title>
		<link>http://abgorganik.wordpress.com/2008/04/16/teknologi-peningkatan-produksi-abg-tebu/</link>
		<comments>http://abgorganik.wordpress.com/2008/04/16/teknologi-peningkatan-produksi-abg-tebu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 07:20:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abgteam</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Produk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abgorganik.wordpress.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[1.   Pengolahan lahan.
 Sebelum penanaman, kebun, juga juring (lubang tanam) dengan lebar 50 cm dan dalam (20-30) cm perlu diolah dan dikerjakan dua kali untuk stek pertama dan stek kedua dan dibersihkan dari rerumputan, terutama alang-alang yang harus dibersihkan sampai ke akar-akarnya dengan cara manual atau mekanis, hingga lahan siap tanam. Selanjutnya pembuatan got keliling dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;"><span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"><a href="http://abgorganik.files.wordpress.com/2008/04/tebu.jpg"><strong><img class="alignright size-medium wp-image-78" style="float:right;" src="http://abgorganik.files.wordpress.com/2008/04/tebu.jpg?w=147&h=117" alt="" width="147" height="117" /></strong></a>1.   Pengolahan lahan.</span></span></span></p>
<p> <span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Sebelum penanaman, kebun, juga juring (lubang tanam) dengan lebar 50 cm dan dalam (20-30) cm perlu diolah dan dikerjakan dua kali untuk stek pertama dan stek kedua dan dibersihkan dari rerumputan, terutama alang-alang yang harus dibersihkan sampai ke akar-akarnya dengan cara manual atau mekanis, hingga lahan siap tanam. Selanjutnya pembuatan got keliling dengan ukuran lebar 60 cm, dalam 70 cm. Got malang dengan lebar 50 cm dan dalam 60 cm. Selanjutnya dibuat lubang tanam dengan lebar 50 cm dan dalam (25–30) cm.</span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:150%;margin:0 0 0 18.7pt;"><span id="more-77"></span> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;"><strong><span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">2.<span>   </span>Persiapan bibit dan penanaman.</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Tebu ditanam dengan stek. Bibit yang digunakan ada 3 macam yaitu: </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;"><span style="color:#000000;font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;">·</span><span style="font:7pt;">         </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">krecekan = dipotong hingga mempunyai 2–3 mata, </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;"><span style="color:#000000;font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;">·</span><span style="font:7pt;">         </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">stek pucuk = dipotong bagian ujung dari tebu bibit yang sudah berumur (6–7) bulan, dengan (2–4) buah mata di bawah ruas daun terbawah, dan </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;"><span style="color:#000000;font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;">·</span><span style="font:7pt;">         </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">bibit rayungan = tunas yang tumbuh panjang dari bibit yang tertinggal, sesudah diambil stek pucuk, setelah berumur (35–45) hari, atau dengan tebu keprasan yang bermutu baik dan sehat. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Bibit di tanam dengan kedalaman (5–10) cm dan mata bibit menghadap ke samping dengan media tanam dengan ketinggian (10–20) cm dari permukaan aslinya (kasuran).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;"><strong><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">3.<span>   </span>Pemupukan.</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Pemupukan pada tanaman tebu sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan dan rendemen. Pemupukan dilakukan (2–3) kali/periode panen, baik untuk pertanaman baru (PC) atau tebu keprasan atau ratoon (RC). Hingga saat ini penggunaan pupuk organik masih jarang dilakukan. Akibatnya kualitas lahan menurun, dan rendemen rendah. Dosis pupuk anorganik yang banyak digunakan adalah 300 kg Urea, (100–200) kg ZA, (100–200) kg SP-36 dan (200–300) kg KCl. Diberikan 2 kali, yaitu 50 % awal tanam dan 50% sekitar (6– <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> minggu setelah tanam (atau <em>ratoon</em> untuk tebu RC). Untuk meningkatkan produktivitas tebu dan rendemen, gunakanlah TPP-ABG Tebu.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;"><strong><span><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">a.</span><span style="font:7pt;">      </span></span></span></strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><strong><span>Pemupukan I. </span></strong><span>Untuk pemupukan tanaman baru (PC) atau tanaman ratoon (RC) berikan campuran (100–150) kg ABG-Bios + (100–150) kg Urea + 100 kg ZA + 50 kg SP-36 + (50-100) kg KCl, pada awal tanam, yakni sekitar (1–2) minggu setelah tanam. Pupuk diberikan dalam larikan sepanjang juring tanaman atau seperti yang biasa dilakukan.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;"><strong><span><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">b.</span><span style="font:7pt;">      </span></span></span></strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><strong><span>Pemupukan II. </span></strong><span>Untuk pemupukan tanaman baru (PC) atau tanaman ratoon (RC) berikan campuran 100 kg ABG-Bios + 100kg Urea + 100 kg ZA + 50 kg SP-36 + 100 kg KCl, sekitar (6– <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> minggu setelah tanam. Pupuk diberikan dalam larikan sepanjang juring tanaman, atau seperti yang biasa dilakukan. Setelah pemupukan lakukan pembumbunan tanaman.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;"><strong><span><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">c.</span><span style="font:7pt;">      </span></span></span></strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><strong><span>Pupuk ABG. </span></strong><span>Untuk memacu pertumbuhan vegetatif (daun, tunas) dan peningkatan rendemen, kombinasikan dengan penyemprotan atau penyiraman ABG-D dan ABG –B, <span>dengan</span><strong> </strong><span>konsentrasi (2–5) cc/liter air.<strong></strong></span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;"><strong><span><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">d.</span><span style="font:7pt;">      </span></span></span></strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><strong><span>ABG-D. </span></strong><span>Penggunaan ABG-D berperan penting untuk merangsang pembentukan tunas, memacu pertumbuhan tanaman dan perakaran, baik tanaman baru (PC) atau ratoon (RC). Pemberian ABG-D, </span><span>dengan konsentrasi (2–5) cc/liter air, <span>dilakukan 2 kali, yaitu awal tanam, atau 1 bulan dan 2 bulan setelah tanam (BST), dengan cara </span>disemprotkan pada tanaman atau disiramkan dengan menggunakan emrat atau mesin pompa.<strong></strong></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;"><strong><span><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">e.</span><span style="font:7pt;">      </span></span></span></strong><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"><strong><span>ABG-B </span></strong><span>Untuk meningkatkan rendemen (pembentukan gula), berikan ABG-B, dengan konsentrasi (2–5) cc/liter air, pada 3 BST, 4 BST dan 5 BST (bulan setelah tanam atau <em>ratoon</em>). Aplikasinya disiramkan pada perakaran dengan menggunakan emrat atau mesin pompa atau diberikan bersama air irigasi. Konsentrasi dapat dikurangi bila volume air yang digunakan relatif banyak.<strong></strong></span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18.7pt;"><strong><span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">4.<span>   </span>Pemeliharaan.</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;"><span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Pemeliharaan meliputi penyiraman, pembumbunan, pengendalian gulma atau penyiangan dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;">·</span><span style="font:7pt;">         </span></span></span><span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Penyiraman dilakukan sampai tebu berumur 16 minggu. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;">·</span><span style="font:7pt;">         </span></span></span><span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida, sesuai dengan yang dianjurkan untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;"><strong><span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">5.<span>   </span>Panen.</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;">·</span><span style="font:7pt;">         </span></span></span><span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Dipanen dengan cara ditebang dengan cara menggali rumpun tebu dengan linggis dan mencabut batangnya atau dengan memotong tebu dan menyisakan bagian tebu di dalam tanah.<strong></strong></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;">·</span><span style="font:7pt;">         </span></span></span><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Kandungan gulanya dianggap tinggi, umumnya setelah berumur (10–12) bulan.<strong></strong></span></span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abgorganik.wordpress.com/77/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abgorganik.wordpress.com/77/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abgorganik.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abgorganik.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abgorganik.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abgorganik.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abgorganik.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abgorganik.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abgorganik.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abgorganik.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abgorganik.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abgorganik.wordpress.com/77/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abgorganik.wordpress.com&blog=2111842&post=77&subd=abgorganik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abgorganik.wordpress.com/2008/04/16/teknologi-peningkatan-produksi-abg-tebu/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/abgteam-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">abgteam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abgorganik.files.wordpress.com/2008/04/tebu.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Teknologi Peningkatan Produkdsi - ABG CABAI</title>
		<link>http://abgorganik.wordpress.com/2008/04/16/teknologi-peningkatan-produkdsi-abg-cabai/</link>
		<comments>http://abgorganik.wordpress.com/2008/04/16/teknologi-peningkatan-produkdsi-abg-cabai/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 07:09:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abgteam</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Produk]]></category>

		<category><![CDATA[ABG]]></category>

		<category><![CDATA[Organik]]></category>

		<category><![CDATA[PUPUK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abgorganik.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Persiapan dan pengolahan lahan.
 
Lakukan pengolahan lahan dengan membersihkan dari sisa-sisa akar atau rumput-rumputan dengan cara dicangkul atau ditraktor, seperti yang biasa dilakukan, hingga lahan siap tanam, dengan menggunakan jarak tanam 70 cm x 60 cm (jarak antar barisan 70 cm, dan jarak antar lubang dalam barisan 60cm) pola zig - zag. Selanjutnya dibuat bedengan dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h3 style="text-indent:-18.7pt;margin:0 0 0 18.7pt;"><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;"><a href="http://abgorganik.files.wordpress.com/2008/04/cabe.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-76" style="float:right;" src="http://abgorganik.files.wordpress.com/2008/04/cabe.jpg?w=192&h=149" alt="" width="192" height="149" /></a>Persiapan dan pengolahan lahan.</span></span></h3>
<p> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"></span></span><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Lakukan pengolahan lahan dengan membersihkan dari sisa-sisa akar atau rumput-rumputan dengan cara dicangkul atau ditraktor, seperti yang biasa dilakukan, hingga lahan siap tanam, d<span>engan menggunakan jarak tanam 7</span>0 cm x 60 cm (jarak antar barisan 70 cm, dan jarak antar lubang dalam barisan 60cm) pola zig - zag. Selanjutnya dibuat bedengan dengan lebar 120 cm, panjang (6-12) m, dan saluran air selebar 30 cm dan dalam 30 cm. Untuk mengurangi serangan penyakit dan menekan pertumbuhan gulma dianjurkan menggunakan mulsa (penutup tanah) plastik atau jerami. Pemasangan mulsa dilakukan setelah pemberian pupuk dasar. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;"><span><span style="font-size:small;"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><span id="more-75"></span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;"><strong><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">2.<span>   </span>Persemaian dan penanaman.</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><span>Sebelum penanaman, benih disemaikan terlebih dahulu dalam polybag ukuran (4&#215;6) cm, atau contong daun pisang (kokeran) dengan media tanah + pupuk kandang dengan perbandingan 3:1. Untuk mencegah terjadinya penyakit <em>rebah semai</em> (<em>dumping off</em>), layu bakteri dan untuk meningkatkan ketahanan bibit terhadap serangan penyakit tular tanah (penyakit layu), gunakanlah campuran (1-2) bungkus ABG-BIO + (20–25) kg media persemaian di atas (campuran tanah dengan pupuk kandang). </span><span>Kemudian siram dengan air hingga lembab, simpan dalam bentuk gundukan dan tutup dengan karung bekas, biarkan selama (2-3) hari, baru dipakai.</span><span> ABG-BIO dapat juga diberikan dalam bentuk larutan, yaitu larutkan 1 bungkus ABG-BIO + 0,5 kg dedak + 2 tutup ABG-B, dalam (5-10) liter air, aduk secara merata dan biarkan selama (2-4) jam, kemudian siramkan pada media persemaian sekitar (1–2) hari sebelum penyemaian. Setelah bibit berumur sekitar (21-30) hari dapat dilakukan pindah tanam. Penanaman menggunakan (1-2) bibit/lubang tanam. </span></span></span></p>
<h3 style="text-indent:-18.7pt;margin:0 0 0 18.7pt;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">3.<span>   </span>Pemupukan.</span></span></span></h3>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-28.05pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 46.75pt;"><strong><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">3.1.<span>   </span>Budidaya dengan menggunakan mulsa.</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 46.75pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><strong><span>a.<span>   </span>Pupuk dasar. </span></strong><span>Pupuk yang digunakan, untuk lahan seluas 1 ha, adalah campuran (2–5) ton pupuk kandang + 200 kg ABG-Bios + </span><span>(20-25) kg campuran media semai dan ABG-BIO hasil pengaktifan (seperti tersebut di atas)</span><span> + (100–150) kg Urea + (100–150) kg SP-36 + (50–100) kg KCl. </span><span>Pupuk disebar merata pada bedengan (diaduk) atau diberikan dalam larikan tanam dengan kedalaman 5 cm. Aplikasi ABG-BIO dapat juga dilakukan dalam bentuk larutan, yaitu larutkan (1–2) bungkus ABG-BIO<span>  </span>+ (1–2) kg dedak + 2 kg ABG-Bios + (5–10) tutup ABG-D, dalam (50-100) liter air, aduk secara merata dan biarkan selama (2–4) jam, kemudian siramkan pada bedengan dengan emrat secara merata. Selanjutnya dilakukan penutupan dengan mulsa plastik dan pembuatan lubang tanam sesuai dengan jarak tanam di atas. Penanaman dilakukan (1–3) hari setelah pemasangan mulsa.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 46.75pt;"><strong><span><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">a.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><strong><span>Pupuk susulan. </span></strong><span>Pupuk susulan sebaiknya diberikan dalam bentuk larutan, yaitu dengan melarutkan pupuk Urea, SP-36 (harus ditumbuk dulu), dan KCl, atau pupuk majemuk NPK (dengan formula 12-12-17) + pupuk organik ABG-Bios. Pemberian dilakukan dengan sistem cor mulai 30 HST, yaitu larutkan 1 kg Urea + 1 kg SP-36 + 1 kg KCl, atau gunakan 2 kg pupuk majemuk NPK (dengan formula 12-12-17) + 2 kg ABG-Bios + (5–10) tutup ABG-B, dalam 100 liter air (aduk secara merata). Lalu siramkan sekitar 200 cc/tanaman (satu gelas aqua) pada perakaran tanaman, setiap interval (7–10) hari. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 46.75pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><strong><span>c.<span>   </span>Pupuk ABG. </span></strong><span>Lakukan penyemprotan dengan ABG-B, dengan konsentrasi (2–3) cc/liter air, pada 20 HST, 30 HST, 40 HST, 50<span>  </span>HST dan 60 HST. <span>Untuk mencegah penyakit layu dan mengurangi serangan penyakit lainnya,</span> berikan (1–2) bungkus ABG-BIO + (5–10) tutup ABG-B, dalam (50–100) liter air, aduk secara merata dan biarkan sekitar (2-4) jam. Kemudian siramkan sebanyak (25–50) cc/tanaman, pada perakaran tanaman setiap 2 minggu.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-28.05pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 46.75pt;"><strong><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">3.2.<span>   </span>Budidaya konvensional (tanpa mulsa).</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 46.75pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><strong><span>a.<span>   </span>Pupuk dasar. </span></strong><span>Pupuk yang digunakan, untuk lahan seluas 1 ha, adalah campuran (2–5) ton pupuk kandang + </span><span>(20-25) kg campuran media semai dan ABG-BIO hasil pengaktifan (seperti tersebut di atas)</span><span>. Pupuk tersebut disebar merata pada bedengan atau diberikan dalam lubang tanam (1–5) hari sebelum tanam. Aplikasi ABG-BIO dapat dilakukan dalam bentuk larutan, yaitu larutkan (1–2) bungkus ABG-BIO + (1–2) kg dedak + 2 kg ABG-Bios + (5–10) tutup ABG-D, dalam (50-100) liter air, setelah diaduk merata, biarkan (2–4) jam, kemudian siramkan pada bedengan dengan emrat secara merata. Setelah penanaman berikan campuran 150 kg ABG-Bios + (100–150) kg Urea + (100–150) kg SP-36 + (50–100) kg KCl. </span><span>Pupuk diberikan setelah tanam, dalam lubang tugal sedalam 5 cm pada radius10 cm dari tanaman. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 46.75pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><strong><span>b.<span>   </span>Pupuk susulan. </span></strong><span>Sebagai pupuk susulan gunakan campuran 100 kg Urea + 50 kg SP-36 + 100 kg KCl + (100–200) kg ABG-Bios, atau sekitar (15–20) gram/tanaman, diberikan (30–35) HST, atau campuran 200 kg pupuk majemuk NPK (dengan formula 12-12-17) + (100–200) kg ABG-Bios. Pupuk ditempatkan di sekeliling tanaman, dan selanjutnya dilakukan pembumbunan. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 46.75pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><strong><span>c.<span>   </span>Pupuk ABG. </span></strong><span>Pemberian pupuk ABG-D, dengan konsentrasi (2-3) cc/liter air, dilakukan pada (10–14) HST, (20-25) HST, (30-35) HST, dengan cara disemprotkan pada tanaman secara merata. Sedangkan ABG-B, dengan konsentrasi (2-3) cc/liter air, diberikan pada 35 HST, 45 HST, 55 HST, 65 HST, dan 75 HST. Untuk mencegah penyakit layu dan mengurangi serangan penyakit lainnya (busuk buah), serta merangsang pertumbuhan akar, berikan ABG-BIO dengan cara melarutkan (1–2) bungkus ABG-BIO + 1 kg dedak + 2 kg ABG-Bios + (5–10) tutup ABG-B, dalam (50–100) liter air, aduk secara merata dan biarkan selama (2-4) jam. Kemudian siramkan sebanyak (25–50) cc/tanaman pada perakaran tanaman setiap 2 minggu.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 46.75pt;"><strong><span><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">a.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></strong><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"><strong><span>Pemupukan dengan ABG-Tablet. </span></strong><span>Pupuk dasar diberikan (1–3) hari sebelum penanaman. Sekitar (1–7) hari setelah penanaman berikan (2–3) tablet ABG-Tablet/tanaman. Selanjutnya hanya dikombinasikan dengan ABG-D dan ABG-B sebagai pupuk susulan seperti di atas, tanpa menggunakan pupuk lainnya.<strong></strong></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;"><strong><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"><span>4.</span><span><span>   </span>Pemeliharaan.</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;"><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">Pemeliharaan meliputi penyiangan dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT). </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;">·</span><span style="font:7pt &quot;">         </span></span></span><span><span style="font-size:small;font-family:Arial;">Penyiangan (weeding) dilakukan (2–3) kali dengan menyingkirkan gulma di sekitar daerah perakaran. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;">·</span><span style="font:7pt &quot;">         </span></span></span><span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida sesuai dengan yang dianjurkan untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;"><strong><span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">5.<span>   </span>Panen.</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;">·</span><span style="font:7pt &quot;">        </span></span></span><span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Panen pertama dilakukan setelah tanaman berumur (110-120) HST.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;">·</span><span style="font:7pt &quot;">        </span></span></span><span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Panen kedua dan seterusnya setiap (2-3) hari, dengan jumlah panen bisa mencapai (30-40) kali atau lebih, tergantung pada ketinggian tempat dan cara budidayanya. Setelah pemetikan ke-3, semprotlah dengan <span>ABG-B.</span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;">·</span><span style="font:7pt &quot;">        </span></span></span><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Buah dipanen tidak terlalu tua ( kemasakan 80-90% ).</span></span></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;"><br /></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abgorganik.wordpress.com/75/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abgorganik.wordpress.com/75/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abgorganik.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abgorganik.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abgorganik.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abgorganik.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abgorganik.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abgorganik.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abgorganik.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abgorganik.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abgorganik.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abgorganik.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abgorganik.wordpress.com&blog=2111842&post=75&subd=abgorganik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abgorganik.wordpress.com/2008/04/16/teknologi-peningkatan-produkdsi-abg-cabai/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/abgteam-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">abgteam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abgorganik.files.wordpress.com/2008/04/cabe.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>43 Hektar lahan terapkan sistem IPAT-BO</title>
		<link>http://abgorganik.wordpress.com/2008/02/28/43-hektar-lahan-terapkan-sistem-ipat-bo/</link>
		<comments>http://abgorganik.wordpress.com/2008/02/28/43-hektar-lahan-terapkan-sistem-ipat-bo/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Feb 2008 03:53:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abgteam</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abgorganik.wordpress.com/2008/02/28/43-hektar-lahan-terapkan-sistem-ipat-bo/</guid>
		<description><![CDATA[Lahan pertanian seluas 43 hektar (ha) di lima kecamatan di Kabupaten Ngada telah siap menerapkan sistem teknologi itensifikasi padi aerob terkendali berbasis organik (IPAT-BO). Ke-5 kecamatan itu adalah Golewa, Riung Barat, Bajawa, Bajawa Utara dan Wolomeze. Sedangkan Kecamatan Soa, kelompok tani belum ada yang berminat dan baru sebatas perorangan.

Demikian Kadis Pertanian Tanaman Pangan Ngada, Ir. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Lahan pertanian seluas 43 hektar (ha) di lima kecamatan di Kabupaten Ngada telah siap menerapkan sistem teknologi itensifikasi padi aerob terkendali berbasis organik (IPAT-BO). Ke-5 kecamatan itu adalah Golewa, Riung Barat, Bajawa, Bajawa Utara dan Wolomeze. Sedangkan Kecamatan Soa, kelompok tani belum ada yang berminat dan baru sebatas perorangan.</p>
<p><span id="more-72"></span><br />
Demikian Kadis Pertanian Tanaman Pangan Ngada, Ir. Awa Maria Simon melalui Kepala Seksi (Kasie) Penataan Tanaman Pangan, Ir. Samuel Kebang saat ditanya mengenai perkembangan penerapan IPAT-BO di Ngada, Kamis (31/1/2008).<br />
&#8220;Total keseluruhan lahan pertanian yang akan menerapkan teknologi IPAT-BO seluas 43 ha. Untuk persawahan di wilayah Soa akan kami lakukan sosialisasikan tapi sejauh ini baru pengajuan orang perorang dan belum ada kelompok tani yang ajukan maumenerapkan sistem ini,&#8221; kata kebang.<br />
Dikatakannya, pada tanggal 18 Januari 2008 lalu pihaknya dan Perwakilan PT Satu Mitra Sejati (SMS) Flores, yakni Ny. Eufrasia Lay melakukan sosialisasi di persawahan Ogi, Desa Persiapan Pape. Masyarakat sangat antusias dan setuju ingin menerapkan teknologi IPAT-BO guna menanami padi pada areal seluas 30 ha.<br />
Mengenai pengembangan teknologi ini di wilayah Ngada, Kebang mengatakan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi sehingga masyarakat khusus petani bisa menerapkan teknologi IPAT-BO edngan baik sehingga bisa merasakana manfaat dan keuntungan menggunakan teknologi pertanian ini.<br />
&#8220;Areal persawahan yang menerapkan IPAT-BO pasti akan bertambah tahun ini dan kami akan tetap memberikan sosialisasi kepada para petani,&#8221; kata Kebang.<br />
Untuk diketahui, teknologi IPAT-BO adalah teknologi pertanian yang ditemukan Prof. Dr. Tualar Simarmata (dosen Pertanian Universitas Padjajaran- Bandung). Profesor ini menegaskan, kalau IPAT-BO adalah teknologi yang dengan pemanfaatannya hemat pupuk, air dan benih. Keunggulan dari teknologi ini yakni bisa meningkatkan produktivitas pada dari 5 ton menjadi 7-8 ton/hektar setiap kali panen. (ris)</p>
<p>Penggunanaan IPAT-BO di Ngada:<br />
Kecamatan Golewa seluas 12 ha<br />
Kecamatan Riung Barat seluas 5 ha<br />
Kecamatan Bajawa seluas 30 ha<br />
Kecamatan Bajawa Utara seluas 1 ha<br />
Kecamatan Wolomeze seluas 5 ha.<br />
Sumber: Ir. Samuel Kebang</p>
<p>Sumber : http://www.indomedia.com/poskup/2008/02/04/edisi04/floresa.htm</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abgorganik.wordpress.com/72/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abgorganik.wordpress.com/72/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abgorganik.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abgorganik.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abgorganik.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abgorganik.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abgorganik.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abgorganik.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abgorganik.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abgorganik.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abgorganik.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abgorganik.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abgorganik.wordpress.com&blog=2111842&post=72&subd=abgorganik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abgorganik.wordpress.com/2008/02/28/43-hektar-lahan-terapkan-sistem-ipat-bo/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/abgteam-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">abgteam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teknologi IPAT-BO Diperkenalkan di Sumatera</title>
		<link>http://abgorganik.wordpress.com/2008/02/27/teknologi-ipat-bo-diperkenalkan-di-sumatera/</link>
		<comments>http://abgorganik.wordpress.com/2008/02/27/teknologi-ipat-bo-diperkenalkan-di-sumatera/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 10:45:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abgteam</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abgorganik.wordpress.com/2008/02/27/teknologi-ipat-bo-diperkenalkan-di-sumatera/</guid>
		<description><![CDATA[Naikkan Produksi Gabah 50-150 Persen
Untuk mendukung program ketahanan dan kedaulatan pangan negara Indonesia, teknologi IPAT-BO (Intensifikasi Padi Aerob Terkendali-Berbasis Organik) akhirnya diperkenalkan di pulau Sumatera. Pilot project atau lahan percobaan pertama sebelum percontohan (pra-demplot) untuk wilayah ini dilaksanakan oleh pemerhati ketahanan pangan, Dr Willem Panjaitan DTM&#38;H, bersama warga petani di Sei Martebing Desa Paya Bagas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Naikkan Produksi Gabah 50-150 Persen</p>
<p>Untuk mendukung program ketahanan dan kedaulatan pangan negara Indonesia, teknologi IPAT-BO (Intensifikasi Padi Aerob Terkendali-Berbasis Organik) akhirnya diperkenalkan di pulau Sumatera. Pilot project atau lahan percobaan pertama sebelum percontohan (pra-demplot) untuk wilayah ini dilaksanakan oleh pemerhati ketahanan pangan, Dr Willem Panjaitan DTM&amp;H, bersama warga petani di Sei Martebing Desa Paya Bagas Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Serdangbedagai, Sumatera Utara.</p>
<p><span id="more-71"></span></p>
<p>Teknologi pengembangan budidaya pertanaman padi IPAT-BO ini adalah temuan putra asal Samosir-Sumut, Prof Dr Ir Tualar Simarmata MSc, pakar Bioteknologi Tanah yang juga salah seorang Guru Besar Universitas Padjajaran Bandung. Dikatakannya, teknologi IPAT-BO ini sebenarnya pengembangan lebih lanjut dari teknologi SRI (System of Rice Intensification).</p>
<p>Dalam perbincangannya dengan Global di sela-sela panen perdana lahan percobaan di Sei Martebing Desa Paya Bagas Kecamatan T Tinggi Kabupaten Sergai, Selasa (19/2), Dr Willem Panjaitan DTM&amp;H serta Prof Tualar Simarmata (pelaksana percobaan dan penemu) mengatakan, motivasi mereka menularkan teknologi ini di Sumatera, khususnya Provinsi Sumut adalah keinginan yang kuat untuk mewujudkan ketahanan pangan bagi negeri ini, sekaligus mengantisipasi peralihan fungsi lahan pangan yang belakangan semakin mewabah, bahkan mencapai angka 40 ribu hektar sawah per tahun.</p>
<p>Diterangkannya lebih lanjut, data statistik terakhir menyebutkan bahwa jumlah penduduk Indonesia mencapai 232 juta jiwa, dengan laju pertumbuhan sekitar 1,3 sampai 1,5 persen. Untuk bisa memenuhi kebutuhan penduduk yang tingkat konsumsi berasnya sekitar 135 kg per tahun, maka setiap tahun negara ini harus mampu menambah jumlah produksi padi 3 juta ton gabah kering giling (GKG), atau setara dengan 1,8 juta ton beras. Mencapai hal ini, diperlukan penambahan areal sawah seluas 600 ribu hektar. Jika tidak, dikhawatirkan negeri ini akan dilanda krisis pangan pada tahun 2017 mendatang.</p>
<p>Lebih lanjut dijelaskan, selama kurun waktu 2006-2007, penerapan teknologi IPAT-BO di luar Jawa telah meningkatkan hasil panen 3 sampai 4 kali lipat, sementara di Jawa rata-rata meningkat 2 kali lipat. Hingga saat ini, teknologi IPAT-BO sudah diterapkan para petani di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, NTB dan NTT dengan hasil yang sangat memuaskan.</p>
<p>Prof Tualar mengatakan, keunggulan teknologi ini dapat meningkat juga menghemat pemakaian air hingga 25 persen, hemat pupuk kimia lebih dari 50 persen, hemat bibit hingga 90 persen (karena memakai 1 bibit untuk 1 lubang tanam), panen lebih awal 7-10 hari.</p>
<p>Kata Dr Willem, teknologi IPAT-BO sangat cocok diterapkan untuk membangun kemandirian pangan. Untuk mencapai swasembada pangan dengan luas panen 11 juta hektar, produktivitas harus mencapai 6 sampai 8 ton per hektar. Sementara untuk bisa menjadi eksportir beras, produktivitas harus ditingkatkan menjadi 8 hingga 12 ton per hektar.</p>
<p>Sumber : http://www.harian-global.com/news.php?extend.35057</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abgorganik.wordpress.com/71/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abgorganik.wordpress.com/71/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abgorganik.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abgorganik.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abgorganik.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abgorganik.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abgorganik.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abgorganik.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abgorganik.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abgorganik.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abgorganik.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abgorganik.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abgorganik.wordpress.com&blog=2111842&post=71&subd=abgorganik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abgorganik.wordpress.com/2008/02/27/teknologi-ipat-bo-diperkenalkan-di-sumatera/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/abgteam-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">abgteam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ABG-T pada budidaya ikan Bandeng sistem tradisional</title>
		<link>http://abgorganik.wordpress.com/2008/02/20/abg-t-pada-budidaya-ikan-bandeng-sistem-tradisional/</link>
		<comments>http://abgorganik.wordpress.com/2008/02/20/abg-t-pada-budidaya-ikan-bandeng-sistem-tradisional/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Feb 2008 10:24:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abgteam</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kesaksian Produk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abgorganik.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Nama Petambak : Dada
Alamat : Kp.Selatip, Desa Lontar,
Kec.Kemiri, Kab. Tangerang, Banten
Luas Tambak: 4 Ha
Komoditi : Bandeng
Kerapatan Penebaran : 7000 ekor (nener ukuran 2.5-3 cm)
Tanggal Tebar Nener : 4 Desember 2005
Tanggal Pengamatan: 15 Februari 2006 (2 bulan 11 hari)

Teknik Aplikasi
Setelah pengolahan lahan, tebarkan pupuk Urea 100 kg + SP-36 100 kg, kemudian tebarkan ABG-T sebanyak 16 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Nama Petambak</strong> : Dada<a HREF="http://abgorganik.files.wordpress.com/2008/02/abgt.gif" TITLE="abgt.gif"><img SRC="http://abgorganik.files.wordpress.com/2008/02/abgt.thumbnail.gif" ALT="abgt.gif" ALIGN="right" /></a><br />
<strong>Alamat</strong> : Kp.Selatip, Desa Lontar,<br />
Kec.Kemiri, Kab. Tangerang, Banten<br />
<strong>Luas Tambak</strong>: 4 Ha<br />
<strong>Komoditi</strong> : Bandeng<br />
<strong>Kerapatan Penebaran </strong>: 7000 ekor (nener ukuran 2.5-3 cm)<br />
<strong>Tanggal Tebar Nener</strong> : 4 Desember 2005<br />
<strong>Tanggal Pengamatan</strong>: 15 Februari 2006 (2 bulan 11 hari)</p>
<p><span id="more-66"></span><br />
<strong>Teknik Aplikasi</strong><br />
Setelah pengolahan lahan, tebarkan pupuk Urea 100 kg + SP-36 100 kg, kemudian tebarkan ABG-T sebanyak 16 botol @ 200 cc secara merata. Masukkan air setinggi 20 cm, dan biarkan 7 hari. Setelah itu masukkan air dan bibit nener. 30 hari kemudian, tebarkan lagi ABG-T sebanyak 8 botol di permukaan air tambak</p>
<p><strong>Hasil Pengamatan</strong><br />
Sampai dengan 2 bulan 11 hari pertumbuhan pakan alami (kelakap/tai air) sebagai makanan bandeng masih banyak, kalau produk lain hanya bertahan 1.5 bulan, setelah itu pakan alami tidak tumbuh lagi. Perkembangan bandeng lebih cepat dan lincah. Hasil penimbangan sampling diperoleh 1 kg sebanyak 4-6 ekor, biasanya kalau pakai produk lain 1 kg berisi 10-15 ekor (umur 2</p>
<p><strong>Komentar Petambak</strong><br />
Pertumbuhan pakan alami sangat luar biasa, sampai-sampai teman-temen disekitar tambak memuji saya. Katanya “Wah…..bakal jadi uang nih, hampir tiga bulan pakan alami masih banyak”. Padahal saya tidak mengikuti anjuran dosis yang seharusnya 15 botol ABG-T/Ha. Bagaimana kalau saya ikuti dosis anjuran, mungkin akan lebih bagus lagi hasilnya. Tambak saya benar-benar tradisional,tidak diberi pakan tambahan sama sekali, hanya mengandalkan tai air (kelakap). Rencananya tambak akan saya panen 3 bulan (4 Maret 2006), perkiraan saya hasilnya 1 kg bisa 3-5 ekor. ABG-T memang lllluuuaaarrr</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abgorganik.wordpress.com/66/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abgorganik.wordpress.com/66/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abgorganik.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abgorganik.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abgorganik.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abgorganik.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abgorganik.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abgorganik.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abgorganik.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abgorganik.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abgorganik.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abgorganik.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abgorganik.wordpress.com&blog=2111842&post=66&subd=abgorganik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abgorganik.wordpress.com/2008/02/20/abg-t-pada-budidaya-ikan-bandeng-sistem-tradisional/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/abgteam-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">abgteam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dengan ABG-B Tanaman Hias Korbia dan Donakarmen, Harga Jualnya Naik</title>
		<link>http://abgorganik.wordpress.com/2008/02/20/dengan-abg-b-tanaman-hias-korbia-dan-donakarmen-harga-jualnya-naik/</link>
		<comments>http://abgorganik.wordpress.com/2008/02/20/dengan-abg-b-tanaman-hias-korbia-dan-donakarmen-harga-jualnya-naik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Feb 2008 10:00:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abgteam</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kesaksian Produk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abgorganik.wordpress.com/2008/02/20/dengan-abg-b-tanaman-hias-korbia-dan-donakarmen-harga-jualnya-naik/</guid>
		<description><![CDATA[Pupuk Organik ABG khususnya Organik ABG-B ternyata membawa keberuntungan buat Bapak Buang  Bin Usin, salah seorang petani tanaman hias di daerah Pondok Kacang, Tangerang, Banten. Daerah yang penuh dengan industri dan terkenal macetnya, ternyata banyak petani di sepanjang jalan ke arah Pondok Kacang yang membudidayakan tanaman hias.  Tanaman ini banyak dijual keluar Tangerang, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pupuk Organik ABG khususnya Organik ABG-B ternyata membawa keberuntungan buat Bapak Buang  Bin<a title="abgb4.gif" href="http://abgorganik.files.wordpress.com/2008/02/abgb4.gif"><img src="http://abgorganik.files.wordpress.com/2008/02/abgb4.gif" alt="abgb4.gif" align="right" /></a> Usin, salah seorang petani tanaman hias di daerah Pondok Kacang, Tangerang, Banten. Daerah yang penuh dengan industri dan terkenal macetnya, ternyata banyak petani di sepanjang jalan ke arah Pondok Kacang yang membudidayakan tanaman hias.  Tanaman ini banyak dijual keluar Tangerang, malah sampai ke Jawa .</p>
<p>Pak Buang, begitu dia biasa disapa, mulai memakai pupuk ABG untuk tanaman hiasnya pada bulan Juni 2005.  Waktu itu dia diberi contoh 1 botol oleh kerabatnya yang sedang berkunjung kerumahnya.  Setelah dicoba pada tanaman Korbia dan Donakarmen, hasilnya bagus.  Tetapi setelah pupuk tersebut habis, dia kesulitan mencari dimana belinya, maklum waktu itu dia belum menjadi agen ABG.<br />
<span id="more-65"></span><br />
Akhirnya dia menghubungi temannya untuk minta nomor telpon kantor pemasaran ABG, akhirnya dia menjadi agen ABG.  Karena sudah merasakan manfaatnya, dia langsung membeli 2 dus ABG-B.  Kemudian diaplikasikan ke tanaman hiasnya.  Setelah satu bulan kemudian, perubahan terjadi pada warna daun Donakarmen, yang tadinya berwarna hijau berubah menjadi kemerah-merahan disepanjang tulang daun, dan harganya jadi mahal dijual dengan harga Rp 100.000/pot yang sebelum pakai ABG paling mahal dijual Rp 40.000/pot.  Selain warnanya lebih cerah dan merah, daun Donakarmen lebih tebal, mengkilat, seperti bunga plastik.</p>
<p>Selain itu, tanaman Korbia yang disemprot ABG-B, menghasilkan bunga yang warnanya lebih cerah, dan layunya lama.  Daun Korbia juga lebih tebal dan lebar, sehingga harga jualnya naik, dijual dengan harga Rp 40.000/pot yang biasanya kalau tanpa ABG dijual sekitar Rp 25.000.</p>
<p>Cara aplikasi ABG-B yang biasa dilakukanya yaitu dengan kombinasi, disiram lebih dulu disekitar perakaran dengan dosis 1 tutup botol ABG dicampur air 1 ember ( 10 liter), dan disemprotkan juga pada daun tanaman dengan dosis 1 tutup ABG dicampur air 15 liter air.  Aplikasi ini dilakukan setiap 7 hari sekali.  Pupuk NPK tetap diberikan tetapi tidak terlalu banyak.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abgorganik.wordpress.com/65/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abgorganik.wordpress.com/65/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abgorganik.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abgorganik.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abgorganik.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abgorganik.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abgorganik.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abgorganik.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abgorganik.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abgorganik.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abgorganik.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abgorganik.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abgorganik.wordpress.com&blog=2111842&post=65&subd=abgorganik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abgorganik.wordpress.com/2008/02/20/dengan-abg-b-tanaman-hias-korbia-dan-donakarmen-harga-jualnya-naik/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/abgteam-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">abgteam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abgorganik.files.wordpress.com/2008/02/abgb4.gif" medium="image">
			<media:title type="html">abgb4.gif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teknologi peningkatan Produksi ABG SEMANGKA</title>
		<link>http://abgorganik.wordpress.com/2008/02/19/teknologi-peningkatan-produksi-abg-semangka/</link>
		<comments>http://abgorganik.wordpress.com/2008/02/19/teknologi-peningkatan-produksi-abg-semangka/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Feb 2008 09:37:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abgteam</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Produk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abgorganik.wordpress.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Pengolahan dan persiapan lahan.
Lakukan pengolahan lahan dengan cara dicangkul atau ditraktor, seperti yang biasa dilakukan, hingga lahan siap tanam, dengan lubang tanam ukuran (40 cm x 40 cm x 30 cm), dengan jarak tanam (1 m x 2 m)., selanjutnya buat guludan dengan lebar guludan 3,6 m, lebar parit 40 cm. Untuk mengurangi serangan penyakit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><b><span><font size="3"><font face="Arial"><a href="http://abgorganik.files.wordpress.com/2008/02/semangka.gif" title="semangka.gif"><img align="right" src="http://abgorganik.files.wordpress.com/2008/02/semangka.thumbnail.gif" alt="semangka.gif" /></a>Pengolahan dan persiapan lahan.</font></font></span></b></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;" class="MsoNormal"><font size="3"><font face="Arial"></font></font><span><font size="3" face="Arial">Lakukan pengolahan lahan dengan cara dicangkul atau ditraktor, seperti yang biasa dilakukan, hingga lahan siap tanam, dengan lubang tanam ukuran (40 cm x 40 cm x 30 cm), dengan jarak tanam (1 m x 2 m)., selanjutnya buat guludan dengan lebar guludan 3,6 m, lebar parit 40 cm. Untuk mengurangi serangan penyakit dan menekan pertumbuhan gulma, dianjurkan menggunakan mulsa (penutup tanah) plastik hitam atau perak. Pemasangan mulsa dilakukan setelah pemberian pupuk dasar </font></span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;" class="MsoNormal"><span><span id="more-57"></span></span></p>
<p><b><span><font size="3"><font face="Arial">2.<span>   </span>Pencegahan penyakit dan persemaian.</font></font></span></b></p>
<p style="line-height:150%;margin:0 0 0 18.7pt;" class="MsoBodyText"><font size="3" face="Arial">Untuk mencegah atau mengendalikan penyakit busuk akar dapat dilakukan sejak dini, yaitu dengan menggunakan ABG-BIO (pengendalian secara biologis) pada persemaian dalam polybag ukuran (8&#215;10) cm yang terdiri dari media tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:1 sampai 1:1. Aktifkan (1–2) bungkus ABG-BIO dengan (10–20) kg media semai. Siram dengan air hingga lembab, simpan dalam bentuk gundukan dan tutup dengan karung bekas, biarkan selama (2-3) hari, baru<span>  </span>dipakai. Atau larutkan 1 bungkus ABG-BIO + 0,5 kg dedak + 2 tutup ABG-D, dalam 10 liter air, aduk secara merata, dan biarkan selama (2–4) jam. Kemudian siramkan pada media persemaian di atas, (1–2) hari sebelum penebaran benih. Setelah bibit berumur 4 minggu pindahkan ke lahan.</font></p>
<h3><span><font size="3" face="Arial">3.<span>   </span>Pemupukan.</font></span></h3>
<p style="text-indent:-28.05pt;margin:0 0 0 46.75pt;" class="MsoBodyText2"><span><span><strong><font size="3" face="Arial">3.1.</font></strong><span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span><span><strong><font size="3" face="Arial">Budidaya dengan menggunakan mulsa.</font></strong></span></p>
<p><b><span><span><font size="3" face="Arial">a.</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span></b><font size="3"><font face="Arial"><b><span>Pupuk dasar. </span></b><span>Pupuk yang digunakan, untuk lahan seluas 1 ha, adalah campuran (2–5) ton pupuk kandang + (10-20) kg campuran media semai dan ABG-BIO yang telah diaktifkan (seperti tersebut di atas). Sebarkan campuran pupuk ini pada bedengan atau diberikan dalam lubang tanam sekitar (1–3) hari sebelum tanam, atau buat larutan (1-2) bungkus ABG-BIO + 1 kg dedak + 5 tutup ABG-D, dalam 100 liter air, kemudian siramkan dengan emrat pada bedengan di atas. Setelah penanaman berikan campuran (100–200) kg ABG-Bios + 100 kg Urea + 100 kg SP-36 + 100 kg KCl , atau (15–25) gram/tanaman. Pupuk ditempatkan dalam lubang larikan tanam sedalam 5 cm.</span></font></font><b><span><span><font size="3" face="Arial">b.</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span></b><font size="3"><font face="Arial"><b><span>Pupuk susulan. </span></b><span>Pupuk susulan sebaiknya diberikan dalam bentuk larutan, yaitu dengan melarutkan pupuk Urea, SP-36 (harus ditumbuk dulu), dan KCl, atau pupuk majemuk NPK (dengan formula 12-12-17) + pupuk organik ABG-Bios. Pemberian dilakukan dengan sistem cor mulai 30 HST, yaitu larutkan 1 kg Urea + 1 kg SP-36 + 1 kg KCl, atau gunakan 2 kg pupuk majemuk NPK (dengan formula 12-12-17) + (1–2) kg ABG-Bios + (5–10) tutup ABG-B, dalam 100 liter air (aduk secara merata). </span><span>Selanjutnya siramkan sekitar 200 cc/tanaman (satu gelas aqua) pada perakaran tanaman, setiap interval (7–10) hari. </span></font></font><b><span><span><font size="3" face="Arial">c.</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span></b><font size="3"><font face="Arial"><b><span>Pupuk ABG. </span></b><span>Pemberian pupuk ABG-D, dengan konsentrasi (2-3) cc/liter air, dilakukan pada 10 HST, 20 HST, sedangkan pemberian pupuk ABG-B, dengan konsentrasi (2-3) cc/liter air, dilakukan pada 30 HST, 40 HST dan 50 HST, dengan cara disemprotkan pada tanaman secara merata. </span><span>Untuk mencegah penyakit pada tanaman semangka, berikan ABG-BIO setiap 2 minggu. Caranya: Larutkan (1–2) bungkus ABG-BIO + 1 kg dedak + 2 kg ABG-Bios, dalam 50 liter air, aduk secara merata, dan biarkan selama (2-4) jam. </span><span>Kemudian siramkan sebanyak (25–50) cc/tanaman, pada perakaran tanaman.</span></font></font></p>
<p style="text-indent:-28.05pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 46.75pt;" class="MsoNormal"><b><span><font size="3" face="Arial">3.2.<span>   </span>Budidaya konvensional (tanpa mulsa).</font></span></b></p>
<p><b><span><span><font size="3" face="Arial">a.</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span></b><font size="3"><font face="Arial"><b><span>Pupuk dasar. </span></b><span>Pupuk yang digunakan, untuk lahan seluas 1 ha, adalah campuran (2–5) ton pupuk kandang + (100–200) kg ABG-Bios + (10-20) kg campuran media semai dan ABG-BIO yang telah diaktifkan (seperti tersebut di atas). Sebarkan campuran pupuk ini pada bedengan atau diberikan dalam lubang tanam sekitar (1–3) hari sebelum tanam. Setelah penanaman berikan campuran (100–200) kg ABG-Bios + 100 kg Urea + 200 kg SP-36 + 100 kg KCl. </span><span>Pupuk ditempatkan dalam lubang tugal dengan kedalaman 5 cm, berjarak sekitar 10 cm dari tanaman. </span></font></font><b><span><span><font size="3" face="Arial">b.</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span></b><font size="3"><font face="Arial"><b><span>Pupuk susulan. </span></b><span>Pupuk susulan dengan menggunakan campuran 100 kg Urea + 50 kg SP-36 + 100 kg KCl + (100–200) kg ABG-Bios diberikan 20 HST, atau campuran 200 kg pupuk majemuk NPK (dengan formula 12-12-17) + (100–200) kg ABG-Bios. Pupuk ditempatkan di sekeliling tanaman, dan selanjutnya dilakukan pembumbunan.</span></font></font><b><span><span><font size="3" face="Arial">c.</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span></b><font size="3"><font face="Arial"><b><span>Pupuk ABG. </span></b><span>Pemberian pupuk ABG-D, dengan konsentrasi (2-3) cc/liter air, dilakukan pada 10 HST, 20 HST, sedangkan pemberian pupuk ABG-B, dengan konsentrasi (2-3) cc/liter air, dilakukan pada 30 HST, 40 HST dan 50 HST, dengan cara disemprotkan pada tanaman secara merata. </span><span>Untuk mencegah penyakit pada tanaman semangka, berikan ABG-BIO setiap 2 minggu. Caranya: Larutkan (1–2) bungkus ABG-BIO + 1 kg dedak + 2 kg ABG-Bios, dalam 50 liter air, aduk secara merata, dan biarkan sekitar (2-4) jam. </span><span>Kemudian siramkan sebanyak (25–50) cc/tanaman, pada perakaran tanaman.</span><span></span></font></font><b><span><span><font size="3" face="Arial">d.</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span></b><font face="Arial"><font size="3"><b><span>Pemupukan dengan ABG-Tablet. </span></b><span>Pupuk dasar terdiri dari pupuk kandang (2–5) ton/ha + (100–200) kg ABG-Bios + (1–2) bungkus ABG-BIO (diaktifkan dulu). </span><span>Diberikan (1–3) hari sebelum penanaman. Sekitar (1–7) hari setelah penanaman, berikan (2–3) tablet ABG-Tablet/tanaman. Selanjutnya hanya dikombinasikan dengan ABG-D dan ABG-B sebagai pupuk susulan seperti di atas.</span></font></font><b><font face="Arial"><font size="3">4.<span>   </span>Pemeliharaan.</font></font></b></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;" class="MsoNormal"><span><font size="3" face="Arial">Pemeliharaan meliputi penyiangan, perempelan, pemangkasan dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).</font></span></p>
<p style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Symbol;"><span><font size="3">·</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></span></span><span><font size="3" face="Arial">Penyiangan (weeding) dilakukan (2–3) kali, dengan menyingkirkan gulma di sekitar daerah perakaran.</font></span></p>
<p style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Symbol;"><span><font size="3">·</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></span></span><span><font size="3" face="Arial">Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida, sesuai dengan yang dianjurkan untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit.</font></span></p>
<p style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Symbol;"><span><font size="3">·</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></span></span><span><font size="3" face="Arial">Perempelan dilakukan terhadap tunas/cabang muda, yang bukan merupakan cabang utama.</font></span></p>
<p style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Symbol;"><span><font size="3">·</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></span></span><span><font size="3" face="Arial">Tanaman semangka cukup mempunyai dua buah saja, oleh karena itu diperlukan pemangkasan dengan pengaturan cabang primer yang cenderung banyak.</font></span></p>
<p style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Symbol;"><span><font size="3">·</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></span></span><span><font size="3" face="Arial">Pelihara (2-3) cabang tanpa memotong ranting sekunder. Perlu penyiangan pada ranting yang tidak berguna, ujung cabang sekunder dipangkas dan disisakan 2 helai daun. Cabang sekunder yang tumbuh pada ruas yang ada buah dipotong karena mengganggu pertumbuhan buah.</font></span></p>
<p style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 18.7pt;" class="MsoNormal"><b><span><font face="Arial"><font size="3">5.<span>   </span><span>Panen.</span></font></font></span></b></p>
<p style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Symbol;"><span><font size="3">·</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></span></span><span><font size="3" face="Arial">Umur panen adalah (70-100) HST. </font></span></p>
<p style="text-indent:-18.7pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 37.4pt;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Symbol;"><span><font size="3">·</font><span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></span></span><span><font size="3"><font face="Arial">Ciri-cirinya: terjadi perubahan warna buah dan batang buah mulai mengecil, maka buah bisa dipetik (dipanen).<img border="0" width="1" src="http://abgorganik.wordpress.com/wp-admin/" height="1" /></font></font></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abgorganik.wordpress.com/57/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abgorganik.wordpress.com/57/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abgorganik.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abgorganik.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abgorganik.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abgorganik.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abgorganik.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abgorganik.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abgorganik.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abgorganik.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abgorganik.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abgorganik.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abgorganik.wordpress.com&blog=2111842&post=57&subd=abgorganik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abgorganik.wordpress.com/2008/02/19/teknologi-peningkatan-produksi-abg-semangka/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/abgteam-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">abgteam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abgorganik.files.wordpress.com/2008/02/semangka.thumbnail.gif" medium="image">
			<media:title type="html">semangka.gif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abgorganik.wordpress.com/wp-admin/" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>