43 Hektar lahan terapkan sistem IPAT-BO

Lahan pertanian seluas 43 hektar (ha) di lima kecamatan di Kabupaten Ngada telah siap menerapkan sistem teknologi itensifikasi padi aerob terkendali berbasis organik (IPAT-BO). Ke-5 kecamatan itu adalah Golewa, Riung Barat, Bajawa, Bajawa Utara dan Wolomeze. Sedangkan Kecamatan Soa, kelompok tani belum ada yang berminat dan baru sebatas perorangan.

Baca lebih lanjut

Iklan

Teknologi IPAT-BO Diperkenalkan di Sumatera

Naikkan Produksi Gabah 50-150 Persen

Untuk mendukung program ketahanan dan kedaulatan pangan negara Indonesia, teknologi IPAT-BO (Intensifikasi Padi Aerob Terkendali-Berbasis Organik) akhirnya diperkenalkan di pulau Sumatera. Pilot project atau lahan percobaan pertama sebelum percontohan (pra-demplot) untuk wilayah ini dilaksanakan oleh pemerhati ketahanan pangan, Dr Willem Panjaitan DTM&H, bersama warga petani di Sei Martebing Desa Paya Bagas Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Serdangbedagai, Sumatera Utara.

Baca lebih lanjut

Dengan ABG-B Tanaman Hias Korbia dan Donakarmen, Harga Jualnya Naik

Pupuk Organik ABG khususnya Organik ABG-B ternyata membawa keberuntungan buat Bapak Buang Binabgb4.gif Usin, salah seorang petani tanaman hias di daerah Pondok Kacang, Tangerang, Banten. Daerah yang penuh dengan industri dan terkenal macetnya, ternyata banyak petani di sepanjang jalan ke arah Pondok Kacang yang membudidayakan tanaman hias. Tanaman ini banyak dijual keluar Tangerang, malah sampai ke Jawa .

Pak Buang, begitu dia biasa disapa, mulai memakai pupuk ABG untuk tanaman hiasnya pada bulan Juni 2005. Waktu itu dia diberi contoh 1 botol oleh kerabatnya yang sedang berkunjung kerumahnya. Setelah dicoba pada tanaman Korbia dan Donakarmen, hasilnya bagus. Tetapi setelah pupuk tersebut habis, dia kesulitan mencari dimana belinya, maklum waktu itu dia belum menjadi agen ABG.
Baca lebih lanjut

Teknologi peningkatan Produksi ABG SEMANGKA

semangka.gifPengolahan dan persiapan lahan.

Lakukan pengolahan lahan dengan cara dicangkul atau ditraktor, seperti yang biasa dilakukan, hingga lahan siap tanam, dengan lubang tanam ukuran (40 cm x 40 cm x 30 cm), dengan jarak tanam (1 m x 2 m)., selanjutnya buat guludan dengan lebar guludan 3,6 m, lebar parit 40 cm. Untuk mengurangi serangan penyakit dan menekan pertumbuhan gulma, dianjurkan menggunakan mulsa (penutup tanah) plastik hitam atau perak. Pemasangan mulsa dilakukan setelah pemberian pupuk dasar

Baca lebih lanjut