Pupuk Organik ABG khususnya Organik ABG-B ternyata membawa keberuntungan buat Bapak Buang Binabgb4.gif Usin, salah seorang petani tanaman hias di daerah Pondok Kacang, Tangerang, Banten. Daerah yang penuh dengan industri dan terkenal macetnya, ternyata banyak petani di sepanjang jalan ke arah Pondok Kacang yang membudidayakan tanaman hias. Tanaman ini banyak dijual keluar Tangerang, malah sampai ke Jawa .

Pak Buang, begitu dia biasa disapa, mulai memakai pupuk ABG untuk tanaman hiasnya pada bulan Juni 2005. Waktu itu dia diberi contoh 1 botol oleh kerabatnya yang sedang berkunjung kerumahnya. Setelah dicoba pada tanaman Korbia dan Donakarmen, hasilnya bagus. Tetapi setelah pupuk tersebut habis, dia kesulitan mencari dimana belinya, maklum waktu itu dia belum menjadi agen ABG.

Akhirnya dia menghubungi temannya untuk minta nomor telpon kantor pemasaran ABG, akhirnya dia menjadi agen ABG. Karena sudah merasakan manfaatnya, dia langsung membeli 2 dus ABG-B. Kemudian diaplikasikan ke tanaman hiasnya. Setelah satu bulan kemudian, perubahan terjadi pada warna daun Donakarmen, yang tadinya berwarna hijau berubah menjadi kemerah-merahan disepanjang tulang daun, dan harganya jadi mahal dijual dengan harga Rp 100.000/pot yang sebelum pakai ABG paling mahal dijual Rp 40.000/pot. Selain warnanya lebih cerah dan merah, daun Donakarmen lebih tebal, mengkilat, seperti bunga plastik.

Selain itu, tanaman Korbia yang disemprot ABG-B, menghasilkan bunga yang warnanya lebih cerah, dan layunya lama. Daun Korbia juga lebih tebal dan lebar, sehingga harga jualnya naik, dijual dengan harga Rp 40.000/pot yang biasanya kalau tanpa ABG dijual sekitar Rp 25.000.

Cara aplikasi ABG-B yang biasa dilakukanya yaitu dengan kombinasi, disiram lebih dulu disekitar perakaran dengan dosis 1 tutup botol ABG dicampur air 1 ember ( 10 liter), dan disemprotkan juga pada daun tanaman dengan dosis 1 tutup ABG dicampur air 15 liter air. Aplikasi ini dilakukan setiap 7 hari sekali. Pupuk NPK tetap diberikan tetapi tidak terlalu banyak.

Iklan