Lahan pertanian seluas 43 hektar (ha) di lima kecamatan di Kabupaten Ngada telah siap menerapkan sistem teknologi itensifikasi padi aerob terkendali berbasis organik (IPAT-BO). Ke-5 kecamatan itu adalah Golewa, Riung Barat, Bajawa, Bajawa Utara dan Wolomeze. Sedangkan Kecamatan Soa, kelompok tani belum ada yang berminat dan baru sebatas perorangan.


Demikian Kadis Pertanian Tanaman Pangan Ngada, Ir. Awa Maria Simon melalui Kepala Seksi (Kasie) Penataan Tanaman Pangan, Ir. Samuel Kebang saat ditanya mengenai perkembangan penerapan IPAT-BO di Ngada, Kamis (31/1/2008).
“Total keseluruhan lahan pertanian yang akan menerapkan teknologi IPAT-BO seluas 43 ha. Untuk persawahan di wilayah Soa akan kami lakukan sosialisasikan tapi sejauh ini baru pengajuan orang perorang dan belum ada kelompok tani yang ajukan maumenerapkan sistem ini,” kata kebang.
Dikatakannya, pada tanggal 18 Januari 2008 lalu pihaknya dan Perwakilan PT Satu Mitra Sejati (SMS) Flores, yakni Ny. Eufrasia Lay melakukan sosialisasi di persawahan Ogi, Desa Persiapan Pape. Masyarakat sangat antusias dan setuju ingin menerapkan teknologi IPAT-BO guna menanami padi pada areal seluas 30 ha.
Mengenai pengembangan teknologi ini di wilayah Ngada, Kebang mengatakan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi sehingga masyarakat khusus petani bisa menerapkan teknologi IPAT-BO edngan baik sehingga bisa merasakana manfaat dan keuntungan menggunakan teknologi pertanian ini.
“Areal persawahan yang menerapkan IPAT-BO pasti akan bertambah tahun ini dan kami akan tetap memberikan sosialisasi kepada para petani,” kata Kebang.
Untuk diketahui, teknologi IPAT-BO adalah teknologi pertanian yang ditemukan Prof. Dr. Tualar Simarmata (dosen Pertanian Universitas Padjajaran- Bandung). Profesor ini menegaskan, kalau IPAT-BO adalah teknologi yang dengan pemanfaatannya hemat pupuk, air dan benih. Keunggulan dari teknologi ini yakni bisa meningkatkan produktivitas pada dari 5 ton menjadi 7-8 ton/hektar setiap kali panen. (ris)

Penggunanaan IPAT-BO di Ngada:
Kecamatan Golewa seluas 12 ha
Kecamatan Riung Barat seluas 5 ha
Kecamatan Bajawa seluas 30 ha
Kecamatan Bajawa Utara seluas 1 ha
Kecamatan Wolomeze seluas 5 ha.
Sumber: Ir. Samuel Kebang

Sumber : http://www.indomedia.com/poskup/2008/02/04/edisi04/floresa.htm

Iklan