TEMBAKAU : Iklim Yang Tak Terduga, Harus Bagaimana?

Memanjangnya musim penghujan pada tahun ini meresahkan petani tembakau yang ada di Indonesia. Pasalnya tanaman tembakau mereka tidak tahan terhadap air dalam jumlah besar. Bulan mei akhir harusnya merupakan awal menurunya curah hujan (dimulainya musim panas). Namun sungguh diluar dugaan ketika di beberapa daerah termasuk Jawa Tengah, setiap harinya diguyur hujan. Apa yang terjadi?

Perubahan Iklim dan Cuaca saat ini sungguh berubah drastis. Pemanasan global memiliki dampak yang sekarang jelas kita rasakan, seperti cuaca yang sulit untuk ditebak.

Membusuknya tanaman akan membuat populasi tanaman tembakau semakin berkurang sehingga pada akhirnya produksi hasil panen tidak akan maksimal atau terus menerus akan menurun.

Penyulaman (penanaman kembali) belum dapat dikatakan sebagai solusi utama atau satu-satunya. Selain karena keterbatasan bibit, kemungkinan besar juga tanaman baru tidak cukup kuat mengatasi kondisi cuaca yang terus-menerus sulit untuk diprediksi. Kalaupun bibit baru tersebut dapat melalui kondisi cuaca, dikhawatirkan juga tanaman baru tersebut tidak akan cukup umur untuk dipanen pada musim panen raya bulanm Agustus-September mendatang.

Pada musim tanam tembakau kali ini,  kerusakan yang dialami tanaman tembakau  kebanyakan menyerang bagian akar dan batang yang menyebabkan busuk akar dan batang.  Rata-rata kerusakan yang dialami petani tembakau berkisar 25% dari jumlah tanaman tembakau yang ditanam. Kebanyakan tanaman tembakau rusak pada saat terjadinya hujan pada malam hari dikarenakan pada malam hari hujan yang turun membawa banyak bakteri dan matahari tidak ada sehingga tidak terjadi penguapan.

Hal ini menyebabkan layu daun dan batang yang akhirnya terjadi pembusukan dan mati.

Cara Mengatasinya adalah :

  1. Lakukan pengolahan tanah awal secara intensif. Tanah yang gembur akan lebih cepat menyerap air sehingga tidak terjadi penggenangan yang mengakibatkan munculnya jamur di tanah, akar dan batang. (menghindari busuk akar dan batang).
  2. Jarak tanam yang diatur sedemikian rupa yaitu 80 x 90 cm
  3. Pengukuran pH tanah dilakukan dengan menggunakan kertas lakmus, pH meter dan cairan pH tester.
  4. Penganalisaan jenis tanah pada contoh atau sempel tanah yang akan ditanami untuk mengetahui ketersediaan unsur hara, kandungan bahan organik.
  5. Bentuk bedengan lebih kirang 20-30 cm agar air hujan cepat meresap turun dari tanah
  6. Lakukan Pemupukan yang berimbang dengan pupuk organic baik untuk pupuk dasar maupun susulan.
  7. lakukan pemupukan untuk daun dengan pupuk cair untuk menambah kesehatan dan daya tahan terhadap penyakut

SOLUSINYA adalah dengan PUPUK ABG

TEMBAKAU (per ha )

A.PEMBIBITAN

  1. Benih direndam dalam ABG Daun
  2. ABG-BIO dapat diberikan dalam bentuk larutan, yaitu larutkan 1 bungkus ABG-BIO + 0,5 kg dedak + 2 tutup ABG-B, dalam (5-10) liter air, aduk secara merata dan biarkan selama (2-4) jam, kemudian siramkan pada media persemaian sekitar (1–2) hari sebelum penyemaian.
  3. Semprot ABG Daun (3 tutup/tangki ) selama pembibitan berumur 30 dan 40 hari.

B.PENGOLAHAN dan PEMELIHARAAN

  1. Lakukan pengapuran jika tanah masam
  2. Pupuk yang digunakan, untuk lahan seluas 1 ha, adalah campuran (1) ton pupuk kandang + (5-10 bks) ABG-Bios + (20-25) kg campuran media semai dan 1 bks ABG-BIO + 1bks ABG DEGRA hasil pengaktifan (seperti tersebut di atas) + pupuk kimia 50% dari penggunaan biasanya (1/2 untuk pemupukan dasar dan ½ untuk pemupukan susulan).Penggunaan pupuk kimia diberlakukan untuk penyesuaian tanah terhadan penggunaan pupuk organic ABG. Pupuk disebar merata pada bedengan (diaduk) .
  3. Setelah penanaman tembakau ke lapangan, langsung disemprot dengan ABG Daun sebanyak 3 ttp botl/tangki.
  4. Setelah itui disemprot dengan ABG Daun sebanyak 3 ttp botl/tangki dimulai umur 15 HST dengan interval penyemprotan 10 hari sekali hingga musim panen
  5. Pemupukan susulan dilakukan dengan panambahan ABG BIO 2 bks + Air cucian beras 2 Liter + Dedak 200-500 grm, diendapkan 1 malam kemudian di encerkan dengan 100 Liter air kemudian di kocor/siram.
  6. Jangan lupa membersihkan gulma dan cabang2 yang tidak perlu pada tanaman tembakau.
  7. Untuk musim hujan, DISARANKAN penggunaan ABG JOSS sebanyak                 5 tetes/tangki sebagai perekat pupuk daun untuk menghindari kerusakan akibat hujan pada malam hari.
  8. Untuk Penyemprotan dilakukan DIBAWAH pukul 10.00 pagi dan DIATAS pukul 15.00 sore dan dilakukan penyemprotan dari bawah-keatas atau dari batang-kebawah daun.
Iklan

9 pemikiran pada “TEMBAKAU : Iklim Yang Tak Terduga, Harus Bagaimana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s