TEKNOLOGI INTENSIFIKASI PADI AEROB TERKENDALI BERBASIS ORGANIK, UNIVERSITAS LAKIDENDE

991f8686-5dc6-4fec-87d5-a9a850d2e22c-1024x455UNAAHA, HALAMANINDONESIA.com – Universitas Lakidende melaksanakan kegiatan sosialisasi teknologi Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik (IPAT-BO) di Unaaha, Sabtu, (26/08/2017).

Sosialisasi ini dibuka Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lakidende, Dr. Rayuddin, MP, beserta Ketua LPPM, Rudi Aziz, ST.,MT, dan Staff Rektor bidang Agroindustri, Subakir, S.Pd.I.,M.Pd.I dan dihadiri dosen, dan mahasiswa fakultas pertanian yang telah ditunjuk khusus untuk melakukan praktik lapangan.

“Kegiatan ini merupakan langkah awal bagi mahasiswa untuk melakukan praktik langsung berbagai teori yang selama ini dipelajari, diharapkan untuk kedepanya para peserta dapat menjadi pelatih inti jika dibutuhkan oleh masyarakat setempat khususnya di Provinsi Sulawesi Tenggara,” jelas Dr. Rayuddin dalam sambutannya.

Hal serupa di utarakan narasumber “Yedid Nenobais” yang mengharapkan penerapan teknologi dapat menjawab tantangan petani selama ini.

“Kedepan jika ada pelatihan dan sosialisasi di Sulawesi Tenggara, maka di upayakan mahasiswa Unilaki yang telah mahir dan mampu di bidang pengembangan dapat mendampingi petani dalam menerapkan teknologi,” tuturnya

http://halamanindonesia.com/universitas-lakidende-latih-dosen-dan-mahasiswa-penerapan-teknologi-ipat-bo/

Iklan

Kemenristekdikti Sosialisasi Penerapan IPAT-BO di Kota Baubau

sosialisasi bau-bau

Kemenristekdikti Sosialisasi Penerapan IPAT-BO di Kota Baubau

BAUBAU, BERITA-SULSEL.COM – Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbang) Kota Baubau melakukan sosialisasi penerapan Teknologi Iintensifikasi Padi Aerob Terkendali – Berbadis Organik (IPAT-BO) dengan benih unggul.

Kegiatan ini diikuti kelompok tani dan PPL di Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Bungi, Kamis, 24/08/2017.

Kepala Balitbang Kota Baubau, Mustafa Zain mengatakan, Wali Kota Baubau menyambut baik dan mendukung program ini. “Kegiatan ini bertujuan peningkatan hasil panen petani,” ujarnya.

Kata dia, ujicoba atau demplot akan dipusatkan di Kecamatan Bungi dengan luas lahan mencapai 5 hektar.

“Lahan yang digunakan milik kelompok tani dan lahan BPP,”tuturnya.

Hadir sebagai Narasumber dari Kemenristekdikti, Yedid Nenobais memberikan penjelaskana. “Fokus Teknologi IPAT-BO untuk merubah kebiasaan petani, dari boros benih jadi hemat benih hingga 25 persen, tanam banyak jadi tanam satu, tanam rapat jadi tanam lebar, tanam mundur menjadi tanam maju, tanam dalam jadi tanam dangkal,tanam tidak teratur menjadi teratur dengan menggunakan caplak”, ungkapnya. (*)

http://berita-sulsel.com/2017/08/kemenristekdikti-sosialisasi-penerapan-ipat-bo-kota-baubau/

Tanam Perdana Varietas Sidenuk dengan Teknologi IPAT-BO Dimulai di Barru

IMG-20170422-WA0015Tanam Perdana Varietas Sidenuk dengan Teknologi IPAT-BO Dimulai di Barru 

BARRU, BERITA-SULSEL.COM – Kabupaten Barru merupakan salah satu daerah yang melakukan Tanam Serentak, di 22 titik se sulawesi selatan, dalam rangka perayaan Hakteknas ke-22 di Makassar. Hal ini ditandai dengan dilaksanakannya tanam perdana Varietas Sidenuk dengan penerapan Teknologi Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik (IPAT-BO) di dusun Batulappa, Desa Tompo, Kecamatan Barru.

Penerapan Teknologi IPAT-BO di Kabupaten Barru merupakan salah satu rangkaian perayaan Hakteknas ke -22 yang dihadiri M. Syachrial Annas Fasihu dari Kemenristekdikti sebagai Koordinator kegiatan Bhakti Teknologi, Kadistan Kabupaten Baru Aminullah AR, Polres Barru di wakili Kasat Binmas, PPK, para Danramil dan Babinsa se-kab.Barru, Camat Barru, Kapolsek Barru, KTNA, dan ketua Poktan se kecamatan Barru.

Acara diawali tanam perdana, dilanjutkan dialog dan tanya jawab dengan kelompok tani dan masyarakat.

“Kegiatan kali ini bertepatan dengan musim gadu, untuk pengairan kami dari dinas Pertanian bekerjasama dengan kelompok tani Pattembang menggunakan Kompanisasi, kami menyambut baik kegiatan ini yang merupakan program nasional,”tutur Aminullah AR, Kamis, 20/04/2017.
IMG-20170422-WA0016Tanam Perdana Varietas Sidenuk dengan Teknologi IPAT-BO Dimulai di Barru

Tanam Perdana Varietas Sidenuk dengan Teknologi IPAT-BO Dimulai di Barru

Koordinator Kegiatan Syachrial Fasihu mengapresiasi semangat kelompok tani di Barru dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Barru dan jajarannya yang sudah bersedia menyambut dan mendukung program Kementrian Ristekdikti.

“Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada Ketua Kelompok Tani Pattembang, Alyas, PPL Muldy, PPK pak Sadar yang terlebih dahulu mengikuti pelatihan TOT di Makassar, dengan semangat kerjasama yang baik dan antusias untuk menerapkan teknologi IPAT-BO,” jelasnya.(*jms)

 

http://berita-sulsel.com/2017/04/tanam-perdana-varietas-sidenuk-teknologi-ipat-bo-dimulai-barru/

Kemenristek Dikti Latih Penyuluh Pertanian se Sulsel Gunakan Tehnologi IPAT-BO

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke -22, Kemenristek Dikti RI melaksanakan Training of Trainer (ToT) Teknologi Intensifikasi Padi Aerob Terkendali – Berbasis Organik (IPAT-BO) di Hotel La Macca Makassar, selama dua hari, yakni Senin dan Selasa, 5 hingga 6 April 2017 dengan melibatkan penyuluh pertanian dan petani dari 24 kabupaten se Sulsel.

Ketua pelaksana Harian, Goenawan berharap, tanggal 10 Agustus 2017 sudah bisa melaksanakan panen bersama Presiden Joko Widodo.

“Kita akan minta presiden Joko Widodo berkenan memberi nama pada jenis padi unggul tersebut,” katanya.

Sementara itu, Kepala Balitbangda Provinsi Sulsel, Muhammad Firda mengatakan, Pemprov Sulsel menggantungkan harapan besar pada kegiatan ini. Pasalnya, Sulsel adalah provinsi kelima penghasil padi terbesar di Indonesia. Rata-rata hasil panen mencapai 5,2 ton perhektar. Bahkan di Kabupaten Pinrang dan Sidrap hasil panen padi bisa mencapai 6 hingga 7 ton perhektar.IMG-20170407-WA0008

Kemenristek Dikti Latih Penyuluh Pertanian se Sulsel Gunakan Tehnologi IPAT-BO

“Jika teknologi ini bisa meningkatkan produktifitas panen petani hingga 8 atau 10 ton perhektar, tentu sangat baik dan menggembirakan bagi petani di Sulsel,” kata Muhammad Firda.

Panitia Nasional Haktenas 22, Nuhansyah Harahap M.Si mengatakan, kegiatan ini merupakan Bakti Teknologi Untuk Negeri yang mengikutsertakan 24 kabupaten kota se Sulawesi Selatan. Pada akhir April mendatang akan dilakukan tanam bersama dengan menggunakan Teknologi IPAT-BO.

Setelah kegiatan TOT ini, panitia akan membagikan bibit padi unggul Sidenuk yang akan ditanam dengan teknologi IPAT-BO.

“Dengan teknologi ini kita bisa menghasilkan padi 8 hingga 10 ton perhektar, tidak hanya membagi-bagikan saprodi secara gratis, tetapi akan mengawal hingga panen.” ungkapnya.(jms)

https://berita-sulsel.com/2017/04/kemenristek-dikti-latih-penyuluh-pertanian-se-sulsel-gunakan-tehnologi-ipat-bo/