Tanam Perdana Varietas Sidenuk dengan Teknologi IPAT-BO Dimulai di Barru

IMG-20170422-WA0015Tanam Perdana Varietas Sidenuk dengan Teknologi IPAT-BO Dimulai di Barru 

BARRU, BERITA-SULSEL.COM – Kabupaten Barru merupakan salah satu daerah yang melakukan Tanam Serentak, di 22 titik se sulawesi selatan, dalam rangka perayaan Hakteknas ke-22 di Makassar. Hal ini ditandai dengan dilaksanakannya tanam perdana Varietas Sidenuk dengan penerapan Teknologi Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik (IPAT-BO) di dusun Batulappa, Desa Tompo, Kecamatan Barru.

Penerapan Teknologi IPAT-BO di Kabupaten Barru merupakan salah satu rangkaian perayaan Hakteknas ke -22 yang dihadiri M. Syachrial Annas Fasihu dari Kemenristekdikti sebagai Koordinator kegiatan Bhakti Teknologi, Kadistan Kabupaten Baru Aminullah AR, Polres Barru di wakili Kasat Binmas, PPK, para Danramil dan Babinsa se-kab.Barru, Camat Barru, Kapolsek Barru, KTNA, dan ketua Poktan se kecamatan Barru.

Acara diawali tanam perdana, dilanjutkan dialog dan tanya jawab dengan kelompok tani dan masyarakat.

“Kegiatan kali ini bertepatan dengan musim gadu, untuk pengairan kami dari dinas Pertanian bekerjasama dengan kelompok tani Pattembang menggunakan Kompanisasi, kami menyambut baik kegiatan ini yang merupakan program nasional,”tutur Aminullah AR, Kamis, 20/04/2017.
IMG-20170422-WA0016Tanam Perdana Varietas Sidenuk dengan Teknologi IPAT-BO Dimulai di Barru

Tanam Perdana Varietas Sidenuk dengan Teknologi IPAT-BO Dimulai di Barru

Koordinator Kegiatan Syachrial Fasihu mengapresiasi semangat kelompok tani di Barru dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Barru dan jajarannya yang sudah bersedia menyambut dan mendukung program Kementrian Ristekdikti.

“Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada Ketua Kelompok Tani Pattembang, Alyas, PPL Muldy, PPK pak Sadar yang terlebih dahulu mengikuti pelatihan TOT di Makassar, dengan semangat kerjasama yang baik dan antusias untuk menerapkan teknologi IPAT-BO,” jelasnya.(*jms)

 

http://berita-sulsel.com/2017/04/tanam-perdana-varietas-sidenuk-teknologi-ipat-bo-dimulai-barru/

Iklan

Kemenristek Dikti Latih Penyuluh Pertanian se Sulsel Gunakan Tehnologi IPAT-BO

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke -22, Kemenristek Dikti RI melaksanakan Training of Trainer (ToT) Teknologi Intensifikasi Padi Aerob Terkendali – Berbasis Organik (IPAT-BO) di Hotel La Macca Makassar, selama dua hari, yakni Senin dan Selasa, 5 hingga 6 April 2017 dengan melibatkan penyuluh pertanian dan petani dari 24 kabupaten se Sulsel.

Ketua pelaksana Harian, Goenawan berharap, tanggal 10 Agustus 2017 sudah bisa melaksanakan panen bersama Presiden Joko Widodo.

“Kita akan minta presiden Joko Widodo berkenan memberi nama pada jenis padi unggul tersebut,” katanya.

Sementara itu, Kepala Balitbangda Provinsi Sulsel, Muhammad Firda mengatakan, Pemprov Sulsel menggantungkan harapan besar pada kegiatan ini. Pasalnya, Sulsel adalah provinsi kelima penghasil padi terbesar di Indonesia. Rata-rata hasil panen mencapai 5,2 ton perhektar. Bahkan di Kabupaten Pinrang dan Sidrap hasil panen padi bisa mencapai 6 hingga 7 ton perhektar.IMG-20170407-WA0008

Kemenristek Dikti Latih Penyuluh Pertanian se Sulsel Gunakan Tehnologi IPAT-BO

“Jika teknologi ini bisa meningkatkan produktifitas panen petani hingga 8 atau 10 ton perhektar, tentu sangat baik dan menggembirakan bagi petani di Sulsel,” kata Muhammad Firda.

Panitia Nasional Haktenas 22, Nuhansyah Harahap M.Si mengatakan, kegiatan ini merupakan Bakti Teknologi Untuk Negeri yang mengikutsertakan 24 kabupaten kota se Sulawesi Selatan. Pada akhir April mendatang akan dilakukan tanam bersama dengan menggunakan Teknologi IPAT-BO.

Setelah kegiatan TOT ini, panitia akan membagikan bibit padi unggul Sidenuk yang akan ditanam dengan teknologi IPAT-BO.

“Dengan teknologi ini kita bisa menghasilkan padi 8 hingga 10 ton perhektar, tidak hanya membagi-bagikan saprodi secara gratis, tetapi akan mengawal hingga panen.” ungkapnya.(jms)

https://berita-sulsel.com/2017/04/kemenristek-dikti-latih-penyuluh-pertanian-se-sulsel-gunakan-tehnologi-ipat-bo/

Varietas Padi Unggul ‘SIDENUK’ Ditanam Perdana di Cianjur

Varietas Padi Unggul ‘SIDENUK’ Ditanam Perdana di Cianjur

KABAR TORAJA– Sejak dirilis Mei 2011 lalu melalui SK. Menteri Pertanian No. 2257/Kpts/SR.120/2011, varietas padi Sidenuk “Si Dedikasi Nuklir” terus dikembangkan oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bekerja sama dengan Kemenristekdikiti dan Universitas Padjadjaran Bandung.

Varietas unggul ini ditanam perdana di Cianjur dihadiri pihak BMKG, PP. Kerja Solo (produsen benih hasil inovasi BATAN) dan PT. Sumber Rejeki Indotani (produsen pupuk organik ABG) dan Kelompok Tani “Saung Incu” Cianjur, Minggu (26/02/2017).

Sidenuk adalah hasil perbaikan dari varietas Diah Suci yang merupakan varietas hasil persilangan Cilosari dan IR 74 yang kemudian dimutasikan dengan cara iradiasi oleh BATAN.

Diah Suci ini punya rasa enak dan produktifitas tinggi. Pemberian pupuk mesti proporsional supaya tidak rebah. Untuk itu batang Sidenuk lebih pendek 15 cm dari Diah Suci.

Di tempat terpisah, Direktur Sistem Inovasi Kemenristekdikti Dr. Ir. Ophirtus Sumule, menjelaskan, konsep pemberdayaan petani padi melalui Model Klaster Inovasi akan terus dikembangkan.

“Model Klaster Inovasi adalah suatu bentuk model usaha tani yang inovatif, dimana proses perencanaan, penyiapan bibit, penyemaian, pola tanam, produksi, pengolahan tanah pasca panen hingga proses produksi dan pemasaran merupakan satu-kesatuan mata rantai produksi dengan penerapan teknologi dan inovasi peralatan tepat guna,” jelas Ophirtus.

Sementara Prof. Dr.Ir Tualar Simarmata, MS, penemu inovasi dan teknologi pola tanam Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik (IPAT-BO), menerangkan, IPAT-BO merupakan sistem produksi holistik dan terencana (by design) dengan menitikberatkan pemanfaatan kekuatan biologis tanah & tanaman untuk melipatgandakan hasil produksi panen.

Dengan teknologi ini petani hemat air, bibit dan pupuk kimia. Telah terbukti di beberapa lokasi demplot (demonstration plot), diperoleh hasilnya sangat maksimal melalui perbanyakan jumlah anakan, malai yang panjang dan jumlah bulir yang banyak.

Ditambahkan Kasubdit Sistem Infromasi dan Diseminasi Teknologi Kemristekdikti, Ir. M. Syachrial Annas merinci, bahwa varietas Sidenuk juga akan ditanam serentak di 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan sebagai rangkaian kegiatan Bakti Teknologi dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-22 (Hakteknas) yang akan dipusatkan di Kota Makassar, Agustus 2017 mendatang.

Rilis

Redaksi membuka ruang kepada pembaca untuk mengirimkan artikel, opini, ataupun peristiwa dengan mengirikan melalui form citizen report, atau email: info@kabar-toraja.comIPAT Cianjur

GEBYAR BERHADIAH DI AHKHIR TAHUN 2011

                             Kerjasama :
“PT. SUMBER REJEKI INDOTANI” ( SRI ) JAKARTA
Dan
Toko  ANEKA JAYA – BAJAWA – NTT

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Alamat Jakarta :
Taman Kebun Jeruk Blok A4/26 Jl. Raya Meruya Ilir,Jakarta Barat 11630
Tlp. 021 – 58907047
Fax. 021 – 58907049
KONSULTASI PUPUK ABG :
Tlp. 021 – 91076517 (SMS). Email : pupuk-abg@gmail.com .Facebook: pupuk-abg

Alamat Bajawa – Flores NTT :
JL. Gajah Mada, Kel. Ngedukelu , Bajawa , NTT
Telp/Hp: 0852-53136399 ( Ibu Eufrasia Lay )

TEMBAKAU : Iklim Yang Tak Terduga, Harus Bagaimana?

Memanjangnya musim penghujan pada tahun ini meresahkan petani tembakau yang ada di Indonesia. Pasalnya tanaman tembakau mereka tidak tahan terhadap air dalam jumlah besar. Bulan mei akhir harusnya merupakan awal menurunya curah hujan (dimulainya musim panas). Namun sungguh diluar dugaan ketika di beberapa daerah termasuk Jawa Tengah, setiap harinya diguyur hujan. Apa yang terjadi?

Perubahan Iklim dan Cuaca saat ini sungguh berubah drastis. Pemanasan global memiliki dampak yang sekarang jelas kita rasakan, seperti cuaca yang sulit untuk ditebak.

Membusuknya tanaman akan membuat populasi tanaman tembakau semakin berkurang sehingga pada akhirnya produksi hasil panen tidak akan maksimal atau terus menerus akan menurun.

Penyulaman (penanaman kembali) belum dapat dikatakan sebagai solusi utama atau satu-satunya. Selain karena keterbatasan bibit, kemungkinan besar juga tanaman baru tidak cukup kuat mengatasi kondisi cuaca yang terus-menerus sulit untuk diprediksi. Kalaupun bibit baru tersebut dapat melalui kondisi cuaca, dikhawatirkan juga tanaman baru tersebut tidak akan cukup umur untuk dipanen pada musim panen raya bulanm Agustus-September mendatang.

Pada musim tanam tembakau kali ini,  kerusakan yang dialami tanaman tembakau  kebanyakan menyerang bagian akar dan batang yang menyebabkan busuk akar dan batang.  Rata-rata kerusakan yang dialami petani tembakau berkisar 25% dari jumlah tanaman tembakau yang ditanam. Kebanyakan tanaman tembakau rusak pada saat terjadinya hujan pada malam hari dikarenakan pada malam hari hujan yang turun membawa banyak bakteri dan matahari tidak ada sehingga tidak terjadi penguapan.

Hal ini menyebabkan layu daun dan batang yang akhirnya terjadi pembusukan dan mati.

Cara Mengatasinya adalah :

  1. Lakukan pengolahan tanah awal secara intensif. Tanah yang gembur akan lebih cepat menyerap air sehingga tidak terjadi penggenangan yang mengakibatkan munculnya jamur di tanah, akar dan batang. (menghindari busuk akar dan batang).
  2. Jarak tanam yang diatur sedemikian rupa yaitu 80 x 90 cm
  3. Pengukuran pH tanah dilakukan dengan menggunakan kertas lakmus, pH meter dan cairan pH tester.
  4. Penganalisaan jenis tanah pada contoh atau sempel tanah yang akan ditanami untuk mengetahui ketersediaan unsur hara, kandungan bahan organik.
  5. Bentuk bedengan lebih kirang 20-30 cm agar air hujan cepat meresap turun dari tanah
  6. Lakukan Pemupukan yang berimbang dengan pupuk organic baik untuk pupuk dasar maupun susulan.
  7. lakukan pemupukan untuk daun dengan pupuk cair untuk menambah kesehatan dan daya tahan terhadap penyakut

SOLUSINYA adalah dengan PUPUK ABG

TEMBAKAU (per ha )

A.PEMBIBITAN

  1. Benih direndam dalam ABG Daun
  2. ABG-BIO dapat diberikan dalam bentuk larutan, yaitu larutkan 1 bungkus ABG-BIO + 0,5 kg dedak + 2 tutup ABG-B, dalam (5-10) liter air, aduk secara merata dan biarkan selama (2-4) jam, kemudian siramkan pada media persemaian sekitar (1–2) hari sebelum penyemaian.
  3. Semprot ABG Daun (3 tutup/tangki ) selama pembibitan berumur 30 dan 40 hari.

B.PENGOLAHAN dan PEMELIHARAAN

  1. Lakukan pengapuran jika tanah masam
  2. Pupuk yang digunakan, untuk lahan seluas 1 ha, adalah campuran (1) ton pupuk kandang + (5-10 bks) ABG-Bios + (20-25) kg campuran media semai dan 1 bks ABG-BIO + 1bks ABG DEGRA hasil pengaktifan (seperti tersebut di atas) + pupuk kimia 50% dari penggunaan biasanya (1/2 untuk pemupukan dasar dan ½ untuk pemupukan susulan).Penggunaan pupuk kimia diberlakukan untuk penyesuaian tanah terhadan penggunaan pupuk organic ABG. Pupuk disebar merata pada bedengan (diaduk) .
  3. Setelah penanaman tembakau ke lapangan, langsung disemprot dengan ABG Daun sebanyak 3 ttp botl/tangki.
  4. Setelah itui disemprot dengan ABG Daun sebanyak 3 ttp botl/tangki dimulai umur 15 HST dengan interval penyemprotan 10 hari sekali hingga musim panen
  5. Pemupukan susulan dilakukan dengan panambahan ABG BIO 2 bks + Air cucian beras 2 Liter + Dedak 200-500 grm, diendapkan 1 malam kemudian di encerkan dengan 100 Liter air kemudian di kocor/siram.
  6. Jangan lupa membersihkan gulma dan cabang2 yang tidak perlu pada tanaman tembakau.
  7. Untuk musim hujan, DISARANKAN penggunaan ABG JOSS sebanyak                 5 tetes/tangki sebagai perekat pupuk daun untuk menghindari kerusakan akibat hujan pada malam hari.
  8. Untuk Penyemprotan dilakukan DIBAWAH pukul 10.00 pagi dan DIATAS pukul 15.00 sore dan dilakukan penyemprotan dari bawah-keatas atau dari batang-kebawah daun.